JP Radar Kediri - Kemunculan surat bernomor B/1553/M.SM.01.00/2026 oleh MenPAN-RB menjadi perhatian tersendiri disamping impian dibukanya pendaftaran CPNS 2026.
Pasalnya, sinyal dibukanya pendaftaran CPNS kian jelas terlihat. Muncul informasi beredar yang menyebutkan bahwa pendaftaran CPNS tahun ini akan dibuka sekitar Juli hingga Agustus 2026.
Akan tetapi perlu dicatat, bahwa hingga kini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi belum secara resmi mengeluarkan jadwal seleksi CPNS 2026.
Baca Juga: Ketentuan Baru Gaji Ke-13 ASN, PNS, CPNS, PPPK, TNI/Polri 2026 di PP 9/2026, Simak Aturannya
Berdasarkan seleksi CPNS di tahun sebelum-sebelumnya, seleksi biasanya dibuka pada pertengahan hingga akhir tahun. Oleh karena itu, banyak yang memperkirakan pendaftaran CPNS 2026 berpotensi dimulai pada semester kedua tahun 2026, meskipun tanggal pastinya masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah.
Isu pendaftaran CPNS pada Juli ini semakin hangat terlebih usai beredar pula surat tertanggal 12 Maret 2026 dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini terkait kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) untuk tahun anggaran 2026.
Surat tersebut bernomor B/1553/M.SM.01.00/2026 dan bersifat segera dengan perihal kebutuhan ASN Tahun Anggaran 2026.
Baca Juga: CPNS 2026 Munculkan Kabar Baik! Tersedia 160 Ribu Hingga 380 Kuota Lulusan SMA untuk Bea Cukai
Dalam keterangannya, Menteri Rini menyampaikan bahwa penyusunan kebutuhan ASN harus mengacu pada berbagai regulasi yang berlaku, di antaranya
-Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara,
-Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS yang telah diubah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020,
-Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.
Meski pemerintah belum mengumumkan keputusan ini secara resmi, namun Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengungkapkan ,sekitar 160 ribu hingga 166 ribu aparatur sipil negara (ASN) tiap tahunnya pensiun, termasuk sepanjang tahun lalu hingga 2026.
Untuk mengisi kekosongan posisi dari ASN yang pensiun itu, maka pemerintah berencana menggelar proses rekrutmen calon aparatur sipil negara alias CASN, termasuk untuk formasi CPNS ataupun PPPK.
Baca Juga: Pendaftaran CPNS Bea Cukai 2026 Dibuka Akhir Bulan, Menkeu Purbaya Sediakan 300 Kuota Lulusan SMA
"Setiap tahun ya sekitar 160.000-166.000 lah yang pensiun, termasuk juga yang di tahun 2025 kemarin. Nah, itu berarti kalau kita menggunakan prinsip zero growth, ya berarti yang 160.000 itulah yang akan kami rekrut," kata Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB, Jumat (13/03/2026).
Selain itu, penyusunan kebutuhan ASN juga mempertimbangkan Peraturan Presiden Nomor 139 Tahun 2024 yang berdampak pada perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) serta komposisi ASN di berbagai kementerian dan lembaga.
Karena itu, setiap instansi pemerintah diminta untuk menyusun kebutuhan jumlah serta jenis jabatan ASN yang dapat mendukung pencapaian tujuan organisasi.
Terdapat beberapa hal yang harus disiapkan. Dalam surat tersebut juga dijelaskan bahwa instansi pemerintah perlu menyampaikan usulan kebutuhan ASN untuk tahun anggaran 2026 agar dapat memperoleh penetapan dari Menteri PAN-RB.
Akan tetapi, usulan jabatan juga harus disesuaikan dengan prioritas pencapaian tujuan masing-masing instansi serta tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Baca Juga: Siapa Saja Penerima Gaji Ke-13 2026? PNS, CPNS, TNI/Polri, Ini Daftarnya
Prediksi Formasi: Dari Guru Hingga Lulusan SMA
Meskipun kuota pasti belum diketok palu, pemerintah diprediksi akan tetap memprioritaskan sektor-sektor strategis, di antaranya:
Pendidikan: Guru, dosen, dan tenaga kependidikan.
Kesehatan: Dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya.
Teknis & Pelayanan Publik: Tenaga IT dan administrasi pemerintahan.
Lulusan SMA/SMK: Tetap memiliki peluang emas untuk formasi teknis seperti penjaga tahanan (sipir), pengamat Gunung Api/BMKG, hingga petugas karantina.
Baca Juga: MenPAN RB Sebut 160.000 PNS Pensiun, Sinyal Formasi Diisi Lewat CPNS 2026
Prediksi 15 Instansi Sepi Peminat
Sembari menunggu pengumuman resmi dan berlatih soal-soal CAT (Computer Assisted Test), Anda bisa mulai menyusun strategi pendaftaran. Salah satu trik terbaik adalah melamar di kementerian atau lembaga yang terbukti "sepi peminat" pada seleksi sebelumnya.
Minimnya pelamar biasanya disebabkan oleh formasi yang sedikit, syarat jurusan yang terlalu spesifik, atau lokasi penempatan yang kurang populer.
Berdasarkan data BKN pada seleksi CPNS sebelumnya, berikut adalah 15 instansi pusat dengan jumlah pendaftar (hingga tahap submit) yang relatif minim:
Kemenko PMK: 385 pendaftar (133 submit).
BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional): 485 pendaftar (334 submit).
KemenPAN-RB: 474 pendaftar (401 submit).
Setjen Komnas HAM: 507 pendaftar (448 submit).
Setjen MPR: 548 pendaftar (490 submit).
BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila): 886 pendaftar (769 submit).
Baca Juga: Prediksi Jadwal Pembukaan CPNS 2026 Dikabarkan 2 Bulan Lagi, Ini Rinciannya
Setjen Wantannas: 896 pendaftar (820 submit).
Setjen Komisi Yudisial: 1.045 pendaftar (890 submit).
BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme): 1.010 pendaftar (941 submit).
BIG (Badan Informasi Geospasial): 1.208 pendaftar (1.009 submit).
BNN (Badan Narkotika Nasional): 1.224 pendaftar (376 submit).
Kemenko Polhukam: 1.459 pendaftar (1.287 submit).
Setjen DPD: 1.937 pendaftar (1.838 submit).
LKPP: 2.231 pendaftar (1.976 submit).
KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi): 3.967 pendaftar (1.619 submit).
Syarat Umum Pendaftaran
Merujuk pada regulasi terbaru (Permen PAN-RB No. 6 Tahun 2024), berikut adalah syarat umum yang wajib dipenuhi:
- Warga Negara Indonesia (WNI), memiliki KTP yang sah.
- Usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun pada saat pendaftaran (beberapa jabatan spesifik bisa hingga 40 tahun).
- Tidak pernah dipidana penjara dengan putusan tetap 2 tahun atau lebih.
- Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, TNI, Polri, atau karyawan swasta.
- Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik.
- Harus sesuai dengan jabatan yang dilamar.
Prediksi Formasi dan Kuota
Menteri PANRB, Rini Widyantini, memberikan sinyal bahwa kebutuhan formasi tahun ini berada di angka kisaran 160.000 formasi.
Fokus utama pemerintah tetap pada sektor-sektor krusial yang berhubungan langsung dengan masyarakat.
Baca Juga: Update Pendaftaran CPNS 2026 Segera Dibuka, Ini Kata Pemerintah dan Sinyal Progres Persiapannya
Sektor Prioritas
- Tenaga Kesehatan: Fokus pada pemenuhan dokter spesialis, perawat, dan tenaga medis di daerah terpencil.
- Tenaga Pendidikan: Terbuka luas untuk formasi Guru (melalui skema CPNS/PPPK) dan Dosen di bawah naungan Kemendikbudristek.
- Talenta Digital: Kebutuhan akan ahli keamanan siber, analis data, dan pengembang sistem informasi untuk mendukung digitalisasi pemerintahan.
- Lulusan SMA/SMK: Beberapa instansi seperti Kemenkumham (Penjaga Tahanan) dan Kemenkeu (Bea Cukai) diprediksi akan kembali membuka jalur bagi lulusan sekolah menengah.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil