Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jangan Panik! Ini Alasan Gempa Susulan Terus Terjadi Setelah Gempa Besar

Khansa Dhiya Ramadhania • Kamis, 9 April 2026 | 18:57 WIB
Ilustrasi Gempa Terdeteksi Seismograf
Ilustrasi Gempa Terdeteksi Seismograf

JP Radar Kediri – Indonesia secara geografis terletak di jalur Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik.

Fakta ini menjadikan negara kita sebagai salah satu wilayah dengan aktivitas seismik paling aktif di dunia.

Saat gempa besar terjadi, satu hal yang hampir pasti menyusul adalah rentetan gempa susulan (aftershocks).

Fenomena ini sering kali memicu kecemasan baru di tengah masyarakat yang masih trauma.

Mengenal Gempa Susulan (Aftershock)

Secara ilmiah, gempa susulan adalah serangkaian gempa dengan magnitudo yang lebih kecil yang terjadi setelah gempa utama (mainshock). Gempa ini muncul di area yang sama dengan episentrum awal.

Bayangkan sebuah batu besar yang retak karena tekanan hebat. Saat retakan utama terjadi (gempa utama), posisi batuan di sekitarnya menjadi tidak stabil dan penuh dengan tegangan sisa.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Bitung Sulut, Ini Daftar Wilayah yang Terdampak

Gempa-gempa kecil yang terjadi setelahnya merupakan cara bumi melakukan penyesuaian mekanis untuk mencari titik keseimbangan baru.

Ibarat sebuah bangunan yang baru saja runtuh, debu dan reruntuhan kecil akan terus jatuh hingga semuanya benar-benar stabil kembali.

Apakah Normal Terjadi?

Jawabannya adalah Sangat Normal. Hampir tidak ada gempa dangkal yang besar tanpa diikuti oleh gempa susulan.

Justru, terjadinya gempa susulan menunjukkan bahwa energi yang tersimpan di dalam patahan dilepaskan secara bertahap, alih-alih tertahan dan menumpuk kembali dalam waktu singkat.

Baca Juga: Apa Itu Godzilla El Nino? Ketika Raksasa Pasifik Mengancam Iklim Indonesia

Para ahli seismologi mencatat beberapa pola unik dari gempa susulan, diantaranya adalah:

  1. Jumlah gempa susulan akan sangat banyak di jam-jam pertama setelah gempa utama, namun akan berkurang drastis seiring berjalannya waktu.
  2. Secara statistik, kekuatan gempa susulan terbesar biasanya memiliki selisih satu angka magnitudo lebih rendah dari gempa utama. Jika gempa utama bermagnitudo 7.0, maka susulan terbesarnya rata-rata berkisar di angka 6.0.
  1. Ada gempa susulan yang hanya berlangsung beberapa hari, tetapi ada juga yang tetap muncul hingga berbulan-bulan. Hal ini tergantung pada seberapa besar energi yang dilepaskan saat gempa utama.

Apakah Selalu Terjadi?

Dalam konteks geologi di Indonesia, hampir setiap gempa tektonik besar diikuti oleh gempa susulan. Meskipun kekuatannya cenderung menurun, masyarakat tetap diminta waspada.

Bahaya utama dari gempa susulan bukanlah kekuatannya yang lebih besar dari gempa utama, melainkan potensinya untuk meruntuhkan bangunan yang sudah retak atau tidak stabil akibat guncangan pertama.

Baca Juga: BMKG Warning! Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dan Panjang, El Nino Mengancam

Langkah-Langkah Menghadapi Gempa Susulan

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#Gempa susulan #aftershock #gempa bumi Indonesia #Apa Itu Gempa Susulan #BMKG