Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Update Gempa M7,6 Guncang Pulau Batang Dua Ternate, BMKG Resmi Akhiri Peringatan Dini Tsunami Maluku Utara

Khansa Dhiya Ramadhania • Kamis, 2 April 2026 | 15:52 WIB
BMKG Menyatakan Potensi Tsunami Berakhir
BMKG Menyatakan Potensi Tsunami Berakhir

JP Radar Kediri – Pagi tadi, Wilayah Pulau Batang Dua di Ternate, Maluku Utara diguncang gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,6.

Gempa ini terjadi pada pukul 05.48 WIB dan sempat memicu peringatan dini tsunami bagi wilayah pesisir di Maluku Utara dan Sulawesi Utara.

Menurut BMKG, episenter gempa berada di laut, sekitar 129 km tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 33 km.

Meski berada di laut, guncangan gempa terasa hingga ke Ternate, Bitung, Manado, dan Gorontalo, menyebabkan kepanikan sementara di beberapa daerah.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Bitung Sulut, Ini Daftar Wilayah yang Terdampak

Peringatan Tsunami Ditetapkan

Segera setelah gempa, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk beberapa wilayah pesisir yang berpotensi terdampak.

Teuku Faisal Fathani selaku Kepala BMKG mengungkapkan bahwa letak pusat gempa yang dangkal ini disebabkan oleh adanya aktivitas pergerakan lempeng di bawah Laut Maluku (subduksi).

Berdasarkan hasil pemantauan tim teknis, gempa ini tercatat memiliki mekanisme pergerakan naik atau yang secara ilmiah disebut sebagai thrust fault.      

Hasil pemantauan sensor Tide Gauge mengonfirmasi adanya kenaikan permukaan air laut, seperti di Halmahera Barat (0.30 m), Bitung (0.20 m), Sidangoli (0.35), Minahasa Utara (0.75 m), dan Belang (0.68 m)

Baca Juga: Gempa M6,2 Guncang Pacitan, BMKG Tegaskan Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG Resmi Mengakhiri Peringatan

Setelah pemantauan intensif, BMKG menyatakan peringatan dini tsunami telah berakhir pada pukul 09.56 WITA.

“BMKG menyatakan bahwa Peringatan Dini Tsunami dinyatakan berakhir pada 09.56 WIB. BMKG berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah membantu diseminasi dan melakukan langkah evakuasi secepatnya,” ujar Faisal.

Senada dengan hal tersebut, A. Fachri Radjab selaku Plt. Direktur Seismologi Teknik BMKG mengimbau masyarakat di zona terdampak untuk memprioritaskan keamanan bangunan.

Ia menyarankan agar warga melakukan inspeksi mandiri terhadap struktur ruangan dan menghindari masuk ke dalam bangunan jika ditemukan kerusakan signifikan pascagempa.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem dan Musim Kemarau 2026: BMKG Ingatkan Potensi Risiko yang Perlu Diwaspadai

Sebelumnya, BMKG mencatat adanya puluhan gempa susulan setelah guncangan utama, beberapa di antaranya mencapai magnitudo lebih dari 5,0.

“Hingga pukul 09.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 48 aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M5.5,” tutur Deputi Bidang Geofisika BMKG,

Fenomena ini wajar terjadi setelah gempa besar dan tetap menjadi perhatian bagi masyarakat pesisir.

Gempa tektonik berkekuatan besar memang bisa memicu peringatan tsunami, tetapi tidak selalu menghasilkan gelombang besar.

Yang paling penting adalah pemantauan dini dan tanggap darurat yang tepat oleh BMKG dan masyarakat setempat.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#bmkg gempa sulawesi utara #bmkg akhiri peringatan tsunami #Gempa Maluku Utara #Gempa Pulau Batang Dua #Peringatan Dini Tsunami