JP Radar Kediri – Kabar terkait pendaftaran seleksi CPNS 2026 santer dibicarakan. Hal ini seiring banyaknya pegawai negeri sipil atau PNS yang mengajukan pensiun.
Badan Kepegawaian Negara alias BKN mengumumkan, progres penetapan usul layanan pensiun telah mencapai 28.624 per 5 Maret 2026, sebagaimana termuat dalam akun media sosial @BKNgoid.
Sebanyak 28.498 pengusul telah mendapatkan pertimbangan teknis atau pertek pensiun PNS. Adapun sisanya, masih dalam kategori berkas tidak sesuai/belum lengkap alias BTS sebanyak 106, dan yang masuk kategori tidak memenuhi syarat atau TMS nihil atau 0 PNS pengusul.
Jika melihat Batas Usia Pensiun (BUP) PNS di website resmi BKN, penerapan batas usia pensiun PNS diatur berdasarkan jenis dan jenjang jabatan yang diemban.
Baca Juga: Heboh Pertanyaan CPNS 2026, Pemerintah Akhirnya Buka Suara
Ketentuan BUP secara umum untuk PNS sendiri tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan atas PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, di mana disebutkan bahwa PNS yang telah mencapai BUP diberhentikan dengan hormat dengan ketentuan BUP sbb:
- 58 (lima puluh delapan) tahun bagi Pejabat Administrasi, Pejabat Fungsional Ahli Pertama, Ahli Muda, dan Pejabat Fungsional Keterampilan, termasuk Peneliti dan Perekayasa Ahli Pertama dan Muda;
- 60 (enam puluh) tahun bagi Pejabat Pimpinan Tinggi, Pejabat Fungsional Madya;
- 65 (enam puluh lima) tahun bagi Pejabat Fungsional Ahli Utama.
"Dengan kata lain, penerapan BUP bagi seorang PNS dilihat berdasarkan jenis dan jenjang jabatan yang dimiliki dan tidak serta-merta berlaku secara umum dan menyeluruh," sebagaimana tertera dalam website bkn.go.id, dikutip Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Persiapan CPNS 2026: Prediksi Formasi Sepi Peminat yang Perlu Kamu Ketahui
Sebelumnya, angin segar juga sempat berembus dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini. Ia mengungkapkan adanya kekosongan formasi dalam skala masif akibat gelombang pensiun yang terjadi sepanjang tahun lalu.
"Kami kan sudah menyediakan sekitar 160.000 pensiun yang memang harus diisi. Mudah-mudahan, mudah-mudahan (di 2026 ada tes CPNS)," kata Rini, pada Minggu, (1/3/2026).
Peluang Empuk Fresh Graduate
Dalam keterangannya pada awal Maret 2026, Rini menyebutkan ada sekitar 160.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah memasuki masa purnatugas pada 2025. Jumlah yang sangat besar ini tentu harus segera ditutupi agar pelayanan publik tidak terhambat.
"Kami sangat concern terhadap para fresh graduate untuk bisa ikut serta membantu birokrasi ini," ucapnya. Ia menegaskan bahwa saat ini Kementerian PANRB masih meminta setiap kementerian dan lembaga memetakan kebutuhan, termasuk kompetensi yang dibutuhkan di setiap instansi.
Di tengah rencana pengisian kursi kosong tersebut, pemerintah menaruh harapan besar pada tenaga-tenaga muda. Rini menegaskan bahwa kementeriannya sangat menaruh perhatian pada lulusan baru (fresh graduate) agar bisa bergabung dan membawa inovasi ke dalam sistem birokrasi pemerintahan.
Baca Juga: Update Seleksi CPNS 2026, Pemerintah Ungkap Progres dan Kendalanya
Pemerintah Berupaya Membuka Seleksi CPNS 2026
Rini mengatakan pemerintah berupaya untuk bisa membuka seleksi CPNS 2026. Ia memperkirakan kebutuhan sumber daya pegawai baru pada tahun ini mencapai 160 ribu orang, selaras dengan jumlah ASN yang pensiun pada 2025.
Namun, kata dia, kuota yang akan dibuka nanti belum tentu sesuai dengan jumlah tersebut. Rini berujar semua bergantung pada ketersediaan anggaran.
“Kita perlu 160 ribu tapi misal yang lolos cuma 30 ribu, tentu kita harus memikirkan bagaimana cara mengisi 120 ribu sisanya, kan.”
Kementerian Keuangan Siapkan Strategi Rekrutmen
Selain arah kebijakan nasional, kepastian rekrutmen juga terlihat dari rencana strategis instansi pusat. Salah satu yang paling siap adalah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Rencana penambahan pegawai ini tertuang secara rinci dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kemenkeu Tahun 2025-2029. Dalam aturan tersebut, Kemenkeu tidak hanya mengandalkan jalur CPNS umum, tetapi juga memaksimalkan rekrutmen melalui Sekolah Kedinasan (PKN STAN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Bahkan, Kemenkeu tengah mengkaji penerapan sistem rekrutmen ASN yang lebih fleksibel guna menyesuaikan dengan kebutuhan organisasi yang dinamis.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat mengungkapkan bahwa pihaknya akan membuka pendaftaran CPNS 2026.
Namun, pendaftarannya terbatas atau hanya terbuka pada lulusan Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) dan sekolah menengah atas (SMA).
Hal ini dikarenakan Kemenkeu telah membuka pendaftaran CPNS untuk jalur umum pada rekrutmen sebelumnya.
Kemenkeu sendiri berencana menyerap 279 lulusan STAN pada pendaftaran CPNS tahun depan.
Bahkan, Kemenkeu juga akan membuka lowongan bagi 300 pekerja lulusan SMA di seluruh Indonesia sebagai petugas lapangan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil