JP Radar Kediri - Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah tinggal menunggu hari. Disamping itu, pemerintah terus mengebut penyaluran bantuan sosial (bansos) mulai dari program reguler meliputi PKH BPNT hingga bantuan tambahan lainnya.
Di detik-detik lebaran 2026 ini, para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) juga mendapat bansos tambahan yang diberikan oleh pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos).
Rinciannya, sedikitnya ada tiga daftar bantuan sosial yang disalurkan pemerintah jelang lebaran: yakni meliputi bansos tahap 1 PKH dan BPNT, serta bantuan tambahan beras dan minyak goreng.
Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bansos reguler yang menyasar masyarakat miskin hingga rentan yang berada di desial satu sampai empat pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Bantuan yang satu ini diperuntukkan bagi beberapa komponen, mulai dari lansia, ibu hamil, anak sekolah, hingga penyandang disabilitas yang memang layak mendapatkan bansos tersebut.
Setiap komponen akan menerima dana dengan nominal yang cukup beragam, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah per tahunnya.
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) juga merupakan bansos reguler yang diberikan guna meningkatkan daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan mereka.
Nominal yang diberikan oleh pemerintah yaitu sebesar Rp600 ribu untuk penyaluran tiga bulan sekaligus, di tahap pertama meliputi bulan Januari, Februari, Maret 2026.
Dana bantuan ini biasnya disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang dipegang oleh KPM, ada juga yang didistribusikan lewat PT Pos Indonesia, terutama bagi mereka yang belum memiliki kartu elektronik tersebut atau berada di wilayah 3T Indonesia.
Bantuan pangan juga diberikan pemerintah jelang lebaran 2026 ini, yaitu meliputi bansos beras 20 kg dan minyak goreng 4 liter yang distribusikan secara langsung di setiap wilayah.
Bansos tambahan pangan ini diharapkan bisa menjaga stabilitas pangan nasional di tengah harga bahan pokok atau sembako kian meningkat.
Masyarakat yang menerima undangan bisa mengambil bansos tersebut di lokasi sesuai waktu yang telah ditentukan.
Parameter penerima bantuan sosial masih menggunakan acuan kelompok kesejahteraan Desil 1 hingga Desil 4.
Ke depan, terdapat rencana perubahan kebijakan yang akan memfokuskan bantuan pada Desil 1 dan Desil 2. Dengan adanya rencana tersebut, KPM yang berada pada Desil 3 dan Desil 4 dianjurkan mulai mempersiapkan diri melalui graduasi mandiri atau mengikuti program pemberdayaan seperti Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE).
Sementara, Program Indonesia Pintar (PIP) juga mulai disalurkan pada tahun 2026. Penyaluran tahap pertama berlangsung dalam rentang Februari hingga April.
Bahkan terdapat penambahan penerima untuk jenjang taman kanak-kanak. Program ini memberikan bantuan sebesar Rp450.000 per tahun kepada sekitar 880.000 siswa.
Pengusulan penerima untuk jenjang ini dilakukan melalui operator Dapodik di masing-masing sekolah.
Untuk penyaluran bantuan pangan juga berlangsung secara bertahap menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Bantuan tersebut terdiri dari beras 20kg serta minyak goreng 4 liter untuk setiap penerima.
Di beberapa daerah, penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat sudah mulai berjalan. Madiun, Surakarta, dan Blora termasuk wilayah yang lebih dahulu melakukan distribusi. Proses distribusi dilakukan melalui mekanisme undangan yang diberikan kepada penerima sesuai dengan data yang tercatat.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil