Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bansos Lebaran 2026 oleh Kemensos Dipercepat, Bantuan Rp3-5 Juta Ditargetkan Selesai 15 Maret

Shinta Nurma Ababil • Jumat, 6 Maret 2026 | 10:34 WIB

RAMAH: Mensos Saifullah Yusuf membagikan snack kepada anak-anak yang menghadiri peresmian Lumbung Sosial di Desa Blimbing, Mojo kemarin.
RAMAH: Mensos Saifullah Yusuf membagikan snack kepada anak-anak yang menghadiri peresmian Lumbung Sosial di Desa Blimbing, Mojo kemarin.

JP Radar Kediri – Bantuan sosial (bansos) tahap 1 maupun tambahan dan susulan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) segera diselesaikan penyalurannya secepat mungkin.

Bansos utamanya digerakkan secara massif untuk bantuan adaptif bagi korban bencana di Pulau Sumatra. Targetnya, seluruh bantuan sudah masuk ke kantong penerima manfaat sebelum Idul Fitri tiba.

Program bantuan ini menyasar warga terdampak banjir di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pemerintah menyiapkan anggaran jumbo senilai ratusan miliar rupiah telah disiapkan untuk memulihkan ekonomi warga.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, merinci jenis bantuan yang mulai disalurkan melalui PT Pos Indonesia, mulai dari bantuan pengisian perabot rumah serta modal usaha bagi korban bencana di Sumatera.Adapun untuk hunian, nominalnya sebesar Rp3 juta.

"Sekarang kita sedang berproses penyaluran untuk bantuan isian hunian dan bantuan stimulan sosial ekonomi. Dimana untuk isian hunian itu sebesar Rp 3 juta (per keluarga), untuk BSSE itu sebesar Rp 5 juta (per keluarga)," ujar Gus Ipul di Jakarta, Kamis (5/3).

Selain hunian, warga juga akan mendapatkan Jaminan Hidup (Jadup) sebesar Rp450 ribu per orang setiap bulan selama tiga bulan berturut-turut.

Bukan tanpa seleksi, mereka yang berhak menerima adalah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terverifikasi untuk bantuan hunian dan BSSE, serta 248.588 jiwa untuk penerima bantuan jaminan hidup.

Gus Ipul menegaskan, data penerima telah melalui proses verifikasi yang sangat ketat, mulai dari tingkat daerah hingga pusat, guna menghindari salah sasaran.

"Seperti diketahui data itu diproses dari bawah. Pertama BNPB memberikan data, lalu ditetapkan oleh Bupati/Wali Kota, sudah menyangkut BNBA-nya, lalu ditandatangani oleh Pak Kapolres dan Pak Kajari. lalu diverifikasi oleh Pak Mendagri. Setelah itu menjadi data final untuk menjadi pedoman kami menyalurkan," jelasnya.

Di sisi lain, PT Pos Indonesia optimistis seluruh penyaluran selesai dalam waktu dekat. Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris, menyebutkan bahwa per 5 Maret, penyaluran sudah mencapai lebih dari 26 persen.

"Dari 67 ribu keluarga penerima manfaat, kami targetkan Tanggal 15 nanti sudah selesai semuanya. Sehingga kita harapkan sebelum lebaran, semua saudara-saudara kita sudah menerima haknya," ungkap Haris.

Sementara itu, untuk memudahkan masyarakat, PT Pos Indonesia menyediakan tiga skema pengambilan bantuan:

1. Datang langsung ke Kantor Pos.

2. Melalui Komunitas (Kantor Desa atau Kelurahan).

3. Layanan Antar Jemput khusus untuk lansia atau penerima yang sedang sakit.

Lalu, bagi warga yang sudah terlanjur mudik atau tidak di tempat, bantuan tetap bisa dicairkan di Kantor Pos lokasi tujuan, dengan cara berkoordinasi dengan petugas Satgas Pusat.

Cara Cek Status Desil

Status desil menentukan apakah seseorang masuk kategori miskin, rentan miskin, atau mampu. Desil dibagi menjadi 1 sampai 10 kelompok sebagai berikut.

Desil 1 Sangat Miskin
Desil 2 Miskin
Desil 3 Hampir Miskin
Desil 4 Rentan Miskin
Desil 5 Menengah ke Bawah
Desil 6-10 Menengah ke Atas

Umumnya, masyarakat yang berada pada desil 1-3 menjadi prioritas dalam kepesertaan bantuan sosial (bansos) Kemensos.

Berikut langkah-langkah cek desil bansos.

  1. Login aplikasi Cek Bansos
  2. Masuk ke profil data sosial
  3. Lihat kategori kesejahteraan atau desil yang tercantum

Jika merasa kondisi ekonomi berubah namun desil belum sesuai, masyarakat bisa mengajukan usulan melalui aplikasi, melapor ke RT/RW untuk proses musyawarah desa, dan memastikan data kependudukan (NIK dan KK) valid.

Cara Cek Bansos Melalui Website Resmi

Pemerintah menyediakan layanan pengecekan bansos melalui situs resmi Kementerian Sosial. Berikut langkah-langkahnya.

  1. Buka laman resmi https://cekbansos.kemensos.go.id/
  2. Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP
  3. Ketik huruf kode verifikasi yang ada dalam kotak
  4. Klik tombol “Cari Data”

Jika terdaftar, sistem akan menampilkan nama penerima, jenis bantuan (PKH/BPNT), status aktif atau tidak, dan periode pencairan.

Jika tidak muncul, bisa jadi data belum diperbarui, status desil berubah, atau tidak termasuk dalam kategori penerima.

Baca Juga: Bansos PKH BPNT Maret 2026 Tertunda? Gus Ipul Minta Warga Perbarui Data DTSEN

Cara Cek Bansos Lewat Aplikasi Cek Bansos

Selain website, pengecekan bisa dilakukan melalui aplikasi resmi Cek Bansos yang tersedia di Play Store dan App Store. Berikut langkah-langkahnya.

  1. Unduh aplikasi “Cek Bansos” di Play Store atau App Store
  2. Daftar akun menggunakan NIK dan data KTP
  3. Lakukan verifikasi akun
  4. Login dan pilih menu “Cek Bansos”
  5. Masukkan data wilayah dan nama

Melalui aplikasi Cek Bansos, masyarakat dapat mengecek status kapan saja, melakukan usul dan sanggah data, dan dapat digunakan untuk pemantauan rutin.

Baca Juga: Saldo Bansos Ramadan Masuk 2 Kali ke Rekening KKS? Ternyata Ini Jawaban Bantuan Ganda PKH BPNT Cair Bersamaan

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#bansos tahap 1 tahun 2026 #kks #bansos kemensos #bansos tahap 1 2026 #bansos ramadan #Bansos Ramadan Lebaran #penerima bansos #Bansos Lebaran #kpm #bansos maret 2026 #bencana Sumatera #bansos 2026 #bansos cair 2 kali #kantor pos #Bansos cair #bansos