Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Eskalasi Iran–Israel-AS, KH Anwar Iskandar Serukan Persatuan Umat dan Perdamaian Dunia

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 2 Maret 2026 | 16:29 WIB

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri – Umat Islam di berbagai belahan dunia saat ini tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan yang dipandang sebagai bulan penuh rahmat bagi seluruh umat manusia.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar menegaskan pentingnya merawat kesucian Ramadan dengan memperkuat persatuan dan kesatuan demi mewujudkan keamanan serta perdamaian dunia.

Ia mengutip QS Ali Imran ayat 103 yang artinya, “Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ingatlah pula ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.”

MUI mencermati perkembangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan serangan militer terhadap Iran bersama Israel yang disebut sebagai operasi besar dan berkelanjutan untuk menghancurkan rudal serta angkatan laut Iran.

Menyikapi situasi tersebut, MUI menyampaikan sejumlah tausiyah dan sikap resmi kepada umat Islam dan pemerintah.

Pertama, MUI menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei akibat serangan Israel-Amerika pada 28 Februari 2026 serta mendoakan almarhum sebagai syuhada.

Kedua, MUI mengutuk serangan Israel yang didukung Amerika Serikat karena dinilai bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan amanat Pembukaan UUD 1945 tentang ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Ketiga, MUI menyatakan memahami serangan balasan Iran ke negara teluk sebagai respons atas serangan Amerika dan Israel yang menyasar pangkalan militer dan menilai tindakan tersebut dibenarkan hukum internasional.

MUI mendesak Amerika dan Israel segera menghentikan serangan ke Iran karena dinilai bertentangan dengan Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB yang melarang ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial dan kemerdekaan politik negara lain.

MUI menilai rangkaian serangan dan balasan tersebut merupakan eskalasi serius yang berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke konflik terbuka yang lebih luas.

Seluruh negara disebut memiliki tanggung jawab mewujudkan perdamaian dan memberikan perlindungan maksimal kepada warga sipil.

MUI menduga terdapat motif strategis untuk melemahkan posisi Iran di kawasan sekaligus membatasi dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

Dalam konteks konflik Israel–Palestina, MUI mendorong berbagai negara untuk menjadi juru damai guna menghentikan serangan militer yang berpotensi menjadi instrumen tekanan politik.

MUI juga mempertanyakan peran Amerika Serikat dalam pengelolaan konflik Palestina melalui BoP serta mendesak pemerintah Indonesia mencabut keanggotaan dari forum tersebut karena dinilai tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati.

MUI mengajak umat Islam di berbagai belahan dunia untuk terus melaksanakan qunut nazilah dan berdoa memohon pertolongan serta perlindungan Allah SWT bagi umat Muslim yang mengalami kesulitan dan penindasan.

MUI menyerukan kepada PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam agar mengambil langkah maksimal menghentikan perang serta menegakkan penghormatan terhadap hukum internasional.

“Perang hanya akan mendatangkan kemudharatan global,” tegas KH Anwar Iskandar dalam rilis tertanggal Jakarta, 11 Ramadan 1447 H atau 1 Maret 2026.

Editor : Andhika Attar Anindita
#israel #amerika serikat #iran #perdamaian