"Terima kasih @lpdp_ri atas kepercayaannya. Alhamdulillah telah menyelesaikan masa bakti. Bismillah, jangan lelah mencintai negeri. Kita semua punya tempat untuk berkontribusi," tulis Tasya.
Dalam unggahan tersebut, Tasya mengungkap bahwa belakangan ia sering mendapat pertanyaan soal kontribusi yang telah diberikannya setelah menyelesaikan studi dengan dukungan LPDP. Ia menyadari, semakin meningkatnya rasa ingin tahu masyarakat tidak lepas dari ramainya perbincangan tentang akuntabilitas para penerima penghargaan.
Baca Juga: Daftar Sanksi Terbaru LPDP: Dari Ganti Rugi Dana Hingga Larangan Kerja di BUMN/PNS
Tasya menilai, masyarakat dapat mengetahui sejauh mana penerima beasiswa negara memberi timbal balik kepada Indonesia.
Baginya, beasiswa dari dana APBN bukan sekadar fasilitas pendidikan, melainkan amanah yang perlu dijawab melalui karya dan kontribusi nyata.
Menanggapi berbagai pertanyaan publik, Tasya Kamila akhirnya memaparkan secara terbuka rekam jejak kontribusinya selama menjadi penerima beasiswa LPDP.
Ia memulai dengan menjelaskan latar belakang pendidikannya. Pada tahun 2016–2018, Tasya menempuh studi magister di Columbia University, Amerika Serikat, mengambil konsentrasi Administrasi Publik dalam Kebijakan Energi dan Lingkungan.
Saat mendaftar LPDP, ia menyatakan sudah aktif bekerja di industri kreatif sebagai penyanyi, aktris, pembicara publik, sekaligus figur publik.
Baca Juga: Apa Itu LPDP? Simak Jenis Beasiswa, Syarat, dan Keuntungan Melimpahnya
Selama menjalani perkuliahan, Tasya lulus tepat waktu dengan IPK 3,75. Ia juga terlibat dalam organisasi kepemudaan internasional di bawah naungan PBB dan beberapa kali menghadiri forum-forum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York sebagai utusan Indonesia, moderator, maupun peserta.
Di sela studinya, ia memanfaatkan berbagai fasilitas kampus untuk mengembangkan inisiatif Desa Mandiri Energi di Sumba, NTT.
Tak hanya itu, ia dipercaya menjadi bendahara organisasi mahasiswa Asia Tenggara di kampusnya serta aktif memperkenalkan budaya Indonesia. Pengalaman profesionalnya ditambah diperkaya lewat program magang di Kementerian ESDM guna mendalami kebijakan energi baru dan terbarukan di Tanah Air.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Penjelasan Aturan 2n+1 bagi Penerima LPDP
Tasya juga mengisahkan masa sulit saat menempuh pendidikan. Di tengah perkuliahan, ia harus menghadapi duka atas wafatnya sang ayah. Namun karena bertepatan dengan masa ujian, ia tidak dapat langsung pulang ke Indonesia.
Memasuki periode masa bakti 2018–2023, Tasya menjelaskan bahwa LPDP tidak mengukur secara kaku bentuk kontribusi yang harus dijalankan alumninya.
Menurutnya, lembaga tersebut memberikan kepercayaan kepada penerima penghargaan untuk berkontribusi sesuai kapasitas dan bidang masing-masing. Ia pun menegaskan komitmennya untuk kembali dan menetap di Indonesia setelah lulus sebagai bagian dari tanggung jawab penerima beasiswa negara.
Dalam praktiknya, Tasya berupaya mengambil peran sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat melalui kapasitasnya sebagai figur publik.
Ia aktif menjadi Duta Lingkungan Hidup bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta terlibat dalam berbagai kolaborasi dengan kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah untuk mendukung sosialisasi dan edukasi program-program strategis.
Sejumlah institusi yang pernah bekerja sama dengannya antara lain KLHK, Kemenko Maritim dan Investasi, Komdigi, Kementerian Pendidikan, Kementerian BUMN, Bappenas, KPK, Kementerian Pariwisata, Kementerian Perdagangan, hingga LPDP.
Di luar itu, Tasya juga menggerakkan inisiatif akar rumput melalui yayasan Green Movement Indonesia yang fokus pada isu kemiskinan. Ia aktif memberdayakan generasi muda melalui berbagai forum seperti talkshow, seminar, dan lokakarya di bidang pendidikan, lingkungan, serta kesehatan.
Ia juga sempat menjadi pengajar di platform pembelajaran berani. Di sektor industri kreatif, Tasya terus berkarya sekaligus mendorong pelestarian lagu anak Indonesia.
Melalui media sosial, ia rutin membagikan edukasi seputar parenting, tumbuh kembang anak, dan kesehatan sebagai bagian dari upaya mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian