Kata “Angpao” berasal dari bahasa Hokkien yang artinya “Bungkusan Merah”. Awalnya, angpao bukan untuk bagi-bagi kekayaan, melainkan untuk perlindungan. Dalam kepercayaan Tiongkok kuno, warna merah adalah simbol energi "Yang" dan elemen api yang paling ampuh menolak bala. Jadi, esensi utamanya adalah bungkusan merahnya, yang berfungsi sebagai "tameng" spiritual, bukan isinya.
Baca Juga: Puncak Imlek, Kelenteng Tjoe Hwie Kiong di Kediri Siapkan 500 Porsi Menu Lontong Cap Go Meh
Angpao tidak selalu berisi uang tunai. Di masa lalu, orang tua memberikan Ya Sui Qian, delapan koin tembaga yang diikat benang merah, sebagai jimat pengusir roh jahat (Hantu Sui) yang kerap mengganggu anak-anak. Seiring kemajuan ekonomi dan munculnya uang kertas, fungsi jimat ini berevolusi menjadi alat tukar yang menyimbolkan kemakmuran nyata dan harapan masa depan.
Kenapa sih harus uang baru? Kenapa nggak boleh pakai uang lecek aja? Ternyata ada alasannya kenapa angpao harus pakai uang baru.
Baca Juga: Hari Ini, Tutup Imlek dengan Cap Go Meh
Pertama, simbol awal yang bersih. Imlek adalah pergantian siklus, ibarat buku baru. Uang lama yang lusuh dan kotor dianggap membawa "residu" masa lalu. Sedangkan uang baru dan bersih menyimbolkan lembaran hidup baru yang bersih.
Kedua, bentuk penghormatan. Usaha untuk menukar uang menunjukkan rasa hormat kepada penerima. Memberi uang lusuh dan kotor seringkali dianggap tidak sopan, seperti memberi uang sisa kembalian.
Ketiga, energi murni. Uang yang belum banyak berpindah tangan dianggap memiliki energi murni untuk mendoakan kelancaran rezeki di tahun yang baru.
Baca Juga: Tutup Imlek Lebih Spesial bersama Lontong Cap Go Meh Mirasa 2 Kediri
Jadi, tradisi ini bertahan ribuan tahun bukan karena nilai rupiahnya, melainkan karena nilai simboliknya. Sebuah doa tulus agar orang-orang tersayang menjalani tahun baru dengan semangat dan lembaran yang benar-benar baru.
Penulis adalah Dita Citra Oktaviana, Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian