JP Radar Kediri– Media sosial kini sedang ramai memperbincangkan sebuah video yang memperlihatkan seekor penguin kecil yang sendirian. Di saat teman-temannya atau koloninya berjalan riang menuju laut untuk mencari makan, penguin ini justru berhenti, menoleh sejenak, lalu berbalik arah. Ia berjalan mantap menuju pegunungan es yang sunyi di pedalaman Antartika.
Video ini diambil dari dokumenter karya Werner Herzog pada tahun 2007. Potongan film ini telah menjadi fenomena budaya yang para netizen sebut sebagai "Nihilist Penguin". Namun, apa sebenarnya yang terjadi? Dan mengapa kembali diperbincangkan setelah sekian lamanya?
Dalam dokumenter tersebut, Herzog mewawancarai Dr. David Ainley, seorang pakar ekologi penguin yang didukung oleh National Science Foundation (NSF). Dr. Ainley menyatakan dengan sangat lugas namun menyakitkan bahwa penguin tersebut mengalami disorientasi navigasi.
Daratan Antartika yang gersang dan jauh dari laut menunjukkan bahwa ia menjauhi satu-satunya sumber kehidupan. Di depan penguin itu hanya ada ribuan kilometer padang es dan pegunungan batu yang tanpa air maupun ikan.
Baca Juga: Mengenal Siput Gunung Berapi, Satu-satunya Hewan yang Dapat Hidup di Suhu 400 Derajat Celcius
Peneliti mencatat bahwa dalam koloni yang sangat besar, terkadang ada individu yang mengalami semacam stres sosial atau tekanan lingkungan yang membuat mereka melakukan tindakan yang tidak masuk akal secara biologis (bunuh diri secara tidak langsung).
Video dari tahun 2007 ini terus viral hingga hari ini karena melihat dari cara memandang diri sendiri melalui hewan tersebut. Ini dia beberapa alasannya
- Cerminan Kelelahan Sosial
Di dunia yang menuntut kita untuk selalu mengikuti arus, seperti bekerja, bersosialisasi, dan mengejar kesuksesan, kita melihat penguin yang "keluar dari barisan" terasa sangat personal. Ia menjadi simbol bagi siapa saja yang pernah merasa ingin melepaskan segalanya dan pergi ke tempat yang tidak dikenal, meskipun tempat itu sulit.
- Label "Nihilist”
Netizen menjadikannya simbol Nihilisme (paham yang merasa hidup tidak punya arti). Banyak orang menggunakan potongan video ini dengan musik sedih atau kutipan filosofis untuk menggambarkan momen-momen saat mereka merasa "tersesat" dalam hidup namun tetap harus terus berjalan.
- Visual Kesunyian
Secara estetika, kontras antara titik hitam kecil dan putihnya es Antartika menciptakan perasaan hampa yang puitis. Ini adalah potret kesendirian paling murni yang pernah terekam kamera.
Secara ilmiah, ini adalah anomali biologis. Namun secara narasi, ini adalah pengingat bagi manusia tentang harga dari sebuah pilihan. Kadang, ada dorongan dalam diri makhluk hidup, entah itu karena kerusakan "kompas" atau keinginan bawah sadar untuk berhenti mengikuti keramaian, meskipun risiko di depannya adalah kesunyian abadi.
Nihilist Penguin adalah pengingat bahwa di alam semesta yang luas ini, terkadang menjadi berbeda dan berjalan sendirian adalah bagian dari misteri kehidupan yang tidak perlu selalu dicari jawaban logisnya.
Penulis adalah Khansa Dhiya Ramadhania, mahasiswa Universitas Negeri Malang. Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian