JP Radar Kediri – Meski saat ini pemerintah melalui Kementerian Sosial tengah mengkaji untuk kemudian menyalurkan secara bertahap bantuan sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada tahun 2026, muncul perkiraan prediksi bansos reguler itu cair.
Hal yang menggembirakan adalah kabar percepatan bansos oleh pemerintah untuk tahap 1 ini. Pencairan bansos PKH BPNT tahap pertama dikabarkan akan berlangsung lebih cepat di sejumlah daerah.
Bansos PKH dan BPNT merupakan bantuan sosial reguler yang setiap tahun disalurkan untuk membantu masyarakat miskin dan rentan miskin.
Kemensos saat ini juga tengah melakukan verifikasi dan validasi ulang data penerima bansos. Ini dilakukan agar penerima bansos tepat sasaran.
KPM yang dianggap sudah tidak layak berpotensi dicabut hak bantuannya dan digantikan oleh penerima baru yang lebih berhak.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap penyaluran PKH dan BPNT tahun 2026 benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.
Pada pencairan tahap pertama tahun 2026, bantuan PKH dan BPNT akan disalurkan melalui dua metode utama.
Pertama, melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Merah Putih yang terhubung dengan bank Himbara seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BSI.
Kedua, pencairan dilakukan melalui PT Pos Indonesia serta titik komunitas seperti kantor desa, kelurahan, bahkan rumah kepala dusun, RT, atau RW di beberapa wilayah.
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Hari Ini 18 Januari 2026, Uang Tunai Hingga Barang Mulai Tersalurkan di Wilayah Ini
Prediksi Jadwal Bansos PKH BPNT Tahap 1 2026 Cair
Pencairan tahap pertama mencakup alokasi bulan Januari, Februari, dan Maret 2026.Secara resmi, bantuan ini dipastikan cair dalam rentang tiga bulan tersebut.
Umumnya, pencairan bansos tahap pertama akan dibagi menjadi beberapa termin.
-Termin pertama diperkirakan berlangsung 10–31 Januari 2026 untuk wilayah Sumatera dan Jawa bagian barat.
-Termin kedua menyusul pada 1–20 Februari 2026 untuk Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
-Termin ketiga dijadwalkan 21 Februari hingga 15 Maret 2026 untuk wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
-Termin susulan pada 16–31 Maret 2026 ditujukan bagi wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) serta KPM dengan data perbaikan.
Meski demikian, jadwal pastinya dapat berubah tergantung proses administrasi.
Nominal Bansos BPNT 2026
Untuk penerima BPNT, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar Rp 200.000 per bulan.
Karena disalurkan per tahap (tiga bulan), penerima manfaat bisa menarik tunai dana tersebut Rp600 ribu melalui mesin ATM Bank Himbara atau kantor Pos Indonesia.
PKH adalah bantuan sosial bersyarat yang menyasar keluarga kurang mampu dengan komponen penerima tertentu.
Komponen penerima bansos PKH 2026
Besaran bantuan berbeda untuk setiap kategori:
Ibu Hamil: Rp 3.000.000 per tahun (Rp 750.000 per tahap)
Anak Usia Dini (0-6 tahun): Rp 3.000.000 per tahun (Rp 750.000 per tahap)
Anak Sekolah (SD): Rp 900.000 per tahun (Rp 225.000 per tahap)
Anak Sekolah (SMP): Rp 1.500.000 per tahun (Rp 375.000 per tahap)
Anak Sekolah (SMA): Rp 2.000.000 per tahun (Rp 500.000 per tahap)
Disabilitas Berat & Lanjut Usia (60+): Rp 2.400.000 per tahun (Rp 600.000 per tahap).
Daftar Wilayah Penyaluran PKH dan BPNT Tahap 1 Tahun 2026
Wilayah 1: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat
Wilayah 2: DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT),Nusa Tenggara Barat (NTB)
Wilayah 3: Jawa Timur, Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Papua
Daerah-daerah tersebut dipastikan masuk dalam penyaluran tahap 1 PKH dan BPNT tahun 2026 yang akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.
Baca Juga: Cara Daftar DTKS Untuk Jadi Penerima Bansos 2026, Berpeluang Dapat PKH, BPNT, PIP, Hingga PBI JKN
Besaran Dana Bansos PKH dan BPNT 2026
Nominal Bantuan BPNT
Untuk BPNT, pemerintah menetapkan bantuan sebesar Rp200.000 per bulan yang akan dicairkan sekaligus per tahap, sehingga KPM menerima Rp600.000 setiap pencairan
Nominal Bantuan PKH Berdasarkan Komponen
Besaran bantuan PKH ditentukan berdasarkan kondisi anggota keluarga:
- Ibu hamil dan anak usia dini: Rp750.000 per tahap
- Siswa SD: Rp900.000 per tahun
- Siswa SMP: Rp1,5 juta per tahun
- Siswa SMA: Rp2 juta per tahun
- Lansia dan disabilitas berat: Rp2,4 juta per tahun
- Korban pelanggaran HAM berat: hingga Rp10,8 juta
Baca Juga: Cek Bansos Januari 2026 di cekbansos.kemensos.go.id
Cara cek bansos Januari 2026 Menggunakan NIK KTP
Untuk mengetahui sebagai penerima atau tidak, pertama, akses laman https://cekbansos.kemensos.go.id/
Lalu, masukkan provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa/kelurahan
Masukkan pula nama penerima manfaat sesuai KTP. Kemudian isikan huruf kode yang tertera dalam kotak kode (captcha)
Klik tombol 'Cari Data'. Setelah itu, sistem Cek Bansos Kemensos akan mencari nama penerima manfaat sesuai wilayah yang dimasukkan.
Masyarakat bisa melakukan cek bansos tahun 2025 secara online melalui laman resmi Kemensos, https://cekbansos.kemensos.go.id. Berikut panduan selengkapnya.
Cara Cek Bansos Melalui SIKS-NG Kemensos
1. Unduh aplikasi SIKS-NG melalui Play Store.
2. Login menggunakan akun resmi pendamping sosial.
3. Masukkan NIK atau nama lengkap penerima manfaat.
4. Sistem akan menampilkan informasi penerima bansos, termasuk jenis bantuan dan status penyalurannya.
Pembaruan Data Penerima Menggunakan DTSEN
Mulai triwulan I tahun 2026, Kemensos secara resmi menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai pengganti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Tujuannya agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran, menghindari data ganda, dan memastikan transparansi penerimaan bansos.
Cek Nama Penerima Bansos Lewat DTSEN secara Online
1. Unduh aplikasi “Cek Bansos” di Play Store
2. Daftar dan login menggunakan NIK
3. Pilih menu Cek Bansos
4. Masukkan data domisili dan nama lengkap
5. Tekan “Cari Data” dan lihat hasilnya
6. Kamu juga bisa cek lewat situs web cekbansos.kemensos.go.id
7. Buka cekbansos.kemensos.go.id
8. Masukkan data wilayah dan nama lengkap sesuai KTP
9. Masukkan kode captcha
10. Klik “Cari Data”.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil