JP Radar Kediri - Sebuah unggahan di media sosial, mengeluhkan tingginya tarif sewa tikar di Pantai Drini, Gunungkidul, menjadi viral dan mendapat sorotan warganet. Unggahan tersebut menyebutkan tarif sewa mencapai Rp 50r ribu untuk satu lembar tikar.
Persoalan ini bermula ketika rombongan wisatawan hendak membeli es degan dan es teh di salah satu warung, pada Minggu 14 Desember 2025.
Awalnya, telah terjadi komunikasi dan kesepakatan harga sewa tikar Rp50 ribu per lembar antara anggota rombongan dengan pemilik warung.
Karena jumlah rombongan yang cukup banyak, mereka memutuskan menyewa dua tikar, yang berarti total biaya sewanya adalah Rp100 ribu.
Kesalahpahaman terjadi saat proses pembayaran. Wisatawan yang membayar mengaku terkejut ketika total biaya sewa tikar mencapai Rp100 ribu.
Padahal, bagi pemilik warung, kesepakatan harga sebelumnya sudah jelas untuk dua tikar. Selain sewa tikar, rombongan juga membayar sekitar Rp100 ribu untuk minuman, sehingga total pengeluaran mencapai kurang lebih Rp200 ribu.
Menanggapi kehebohan ini, Ketua Kelompok Sadar Wisata Pantai Drini, Marjoko, angkat bicara memberikan klarifikasi.
"Harga tersebut sudah diterapkan sejak satu hingga dua tahun terakhir, khususnya saat akhir pekan dan hari libur nasional," jelas Marjoko pada Senin (15/12, dikutip dari Radar Jogja.
Ia menegaskan bahwa tarif sewa tikar sebesar Rp50 ribu untuk durasi sekitar dua jam bukanlah kebijakan baru.
Marjoko mengungkapkan fakta bahwa terjadi kesalahpaham antara pedagang dan wisatawan dalam kasus tersebut.
"Yang melakukan negosiasi harga dan yang membayar ternyata orang yang berbeda, meskipun masih satu rombongan," ungkap Marjoko.
Lebih lanjut, Marjoko menjelaskan bahwa tarif sewa Rp50 ribu per tikar hanya berlaku pada Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional. Sementara pada hari biasa, harga sewa bisa berbeda. Ia juga menegaskan bahwa satu tikar yang disewakan dapat digunakan untuk menampung banyak orang.
"Satu tikar bisa digunakan oleh banyak orang, bahkan sampai belasan," tambahnya.
Marjoko juga mengimbau agar wisatawan aktif menanyakan harga dan bernegosiasi sebelum transaksi. Serta pedagang pun harus memberikan informasi yang jelas.
Editor : Mahfud