JP Radar Kediri- Musim hujan sering membawa konsekuensi serius. Terutama bencana banjir. Dalam penelitian Husain dkk. (2025) dapat menyebabkan kerugian ekonomi (berupa kerusakan aset), gangguan sosial (termasuk masalah kesehatan dan tekanan psikologis), hingga kerusakan lingkungan (seperti erosi dan pencemaran udara).
Meskipun masyarakat pada umumnya telah memiliki pemahaman yang baik terhadap fenomena banjir, mitigasi, dan adaptasi, kesiapsiagaan yang efektif sangat bergantung pada penerapan tindakan nyata.
Baca Juga: Bencana Banjir Karena Supermoon? Simak Fakta Ilmiah dan Pernyataan BMKG Berikut!
Langkah-langkah kesiapsiagaan ini masuk dalam kategori Perilaku Adaptif (Adapted Behavior/AB) , yaitu tindakan yang dirancang untuk mencegah atau membatasi dampak negatif yang disebabkan oleh banjir (Kurata et al. 2023).
Disebutkan pula bahwa perilaku adaptif ini terbukti menjadi variabel yang paling signifikan dalam kesiapsiagaan dan mitigasi bencana banjir. Berikut adalah panduan lengkapnya, menyatukan berdasarkan fokus tindakan:
Persiapan Fisik dan Logistik (Perilaku Adaptasi)
Persiapan logistik dan penyesuaian tempat tinggal adalah langkah pertama dan utama yang wajib dilakukan:
- Siapkan Persediaan Darurat: Selalu siapkan persediaan dan barang-barang darurat (seperti makanan, udara, dan perlengkapan evakuasi) setiap kali ada potensi banjir.
- Modifikasi Rumah: Lakukan perubahan pada rumah untuk membuatnya tahan banjir atau kedap udara. Contoh modifikasi ini termasuk mengganti lantai yang sensitif terhadap udara atau memperkuat pondasi rumah.
- Mempersiapkan Tas Siaga Bencana : Mengembangkan keterampilan praktis seperti persiapan tugas siaga bencana.
Baca Juga: Sosok Pemilik PT Toba Pulp Lestari dan Hubungannya dengan Banjir Sumatera
Adaptasi Perilaku dan Pengetahuan (Persepsi Pencegahan)
Pengetahuan dan kesadaran diri tentang risiko adalah fondasi bagi tindakan mitigasi yang efektif:
- Edukasi Diri Sendiri: Masyarakat harus mendidik diri sendiri tentang potensi risiko dan dampak bencana banjir.
- Cari Informasi Pencegahan: Mencari informasi tentang cara mempersiapkan diri menghadapi bencana banjir.
- Pahami Protokol: Pahami tentang langkah-langkah pencegahan yang ditetapkan oleh unit pemerintah daerah.
- Tingkatkan Kewaspadaan: Pengalaman pribadi masa lalu harus menjadi bekal, karena individu yang memiliki pengalaman masa lalu cenderung mengadopsi lebih banyak perilaku adaptif dan lebih waspada.
Keterlibatan Sosial dan Kepatuhan (Norma Sosial & Niat Mengikuti)
Bencana adalah urusan kolektif. Niat untuk mengikuti Arah (Intention to Follow/ITF) dan norma sosial (Social Norms/SN) komunitas memiliki peran penting:
- Jalin Komunikasi Komunitas: Penting untuk berkomunikasi dan membangun hubungan dengan tetangga saat mempersiapkan diri menghadapi banjir.
- Terinspirasi Tetangga: Masyarakat dapat terinspirasi untuk menerapkan langkah-langkah mitigasi banjir karena melihat tetangga mereka melakukan hal serupa.
- Ikuti Perintah Evakuasi: Masyarakat harus memiliki niat untuk mengikuti pejabat pemerintah jika diminta untuk mengevakuasi diri, bahkan sebelum banjir benar-benar melanda daerah mereka.
- Latihan Evakuasi: Lakukan dan praktikkan rencana evakuasi secara teratur.
- Partisipasi Komunitas: Berpartisipasi dalam kegiatan dan lokakarya kesiapan komunitas yang diadakan.
Baca Juga: Verrell Bramasta Klarifikasi Usai Viral Pakai Rompi Taktis ke Lokasi Bencana
Pemanfaatan Informasi dan Peringatan Dini
Media dan informasi yang akurat membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat saat genting:
- Pantau Pengumuman Resmi: Memantau pengumuman pemerintah daerah tentang potensi banjir.
- Filter Informasi: Warga wajib dapat memilah informasi yang relevan dan dapat dipercaya mengenai bencana banjir.
- Gunakan Media Sosial: Media sosial dapat digunakan untuk komunikasi dan melacak potensi kejadian banjir yang mungkin terjadi di masa depan.
- Ikuti Peringatan BMKG: Manfaatkan dan peringatan dini terkait curah hujan tinggi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang sangat penting untuk pengambilan keputusan.
Masyarakat yang secara proaktif menerapkan langkah-langkah ini, mulai dari menyiapkan logistik darurat (AB2) hingga kesiapan terhadap proses evakuasi (ITF3), akan memperkuat ketahanan wilayah mereka terhadap dampak buruk banjir.
Referensi
Husain, Johnson Siallagan, Janviter Manalu, Auldry F. Walukow, T. Basa, dan Rumahorbo. 2025. “Strategi Mitigasi Dan Adaptasi Bencana Banjir Di Distrik Nabire Kabupaten Nabire.”
Kurata, Yoshiki B., Ardvin Kester S. Ong, Ranice Ysabelle B. Ang, John Karol F. Angeles, Bianca Danielle C. Bornilla, dan Justine Lian P. Fabia. 2023. “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana Banjir di Daerah Rawan Banjir di Filipina: Integrasi Teori Motivasi Perlindungan dan Teori Perilaku Terencana.”
Artikel ini ditulis oleh Karunia Syifa Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian