Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Menjelajahi Air Terjun Cunca Wulang: Surga tersembunyi yang terletak di tengah hutan Flores

Redaksi Radar Kediri • Minggu, 7 Desember 2025 | 06:26 WIB

 

Hijau, tenang, dan selalu bikin jatuh hati.
Hijau, tenang, dan selalu bikin jatuh hati.

JP Radar Kediri- Terletak tepat di jantung hutan tropis Flores, Air Terjun Cunca Wulang adalah tempat yang wajib dikunjungi bagi pecinta alam dan pencari sensasi. Dengan tebing kapur yang megah dan perairan biru kehijauan yang sebening kristal, air terjun ini

Lokasi dan Akses Menuju Cunca Wulang

Cunca Wulang berada di Desa Wersawe, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, sekitar 30 kilometer dari Labuan Bajo. Perjalanan dari pusat kota menuju pos masuk memakan waktu sekitar 1 jam dengan menggunakan sepeda motor atau mobil.

Sebelum memulai perjalanan, banyak wisatawan yang singgah di kawasan kota Labuan Bajo seperti Hotel Sasgo yang lokasinya strategis dengan fasilitas ATM BNI dan minimarket Sasgo Mart yang buka hingga tengah malam.

Baca Juga: Air Terjun Legomoro Jadi Surganya Wisata Alam di Banyuwangi, Tiket Masuk Terjangkau Cocok untuk Mengisi Waktu Liburan

Jalur menuju air terjun cukup sulit, jalan menanjak dan menurun seperti jalan menuju Puncak. Dari tempat parkir terakhir, pengunjung harus berjalan kaki sejauh 3 kilometer melewati hutan lebat dan aliran sungai kecil.

Pesona dan Keunikan Cunca Wulang

Cunca wulang bukanlah air terjun biasa. Air terjun ini memiliki suasana sejuk di mana udara mengalir melalui ruang sempit di antara tebing batu kapur yang menjulang tinggi, membentuk ngarai alami yang terlihat seperti film petualangan. Ditambah lagi, sinar matahari yang bersinar

Airnya yang jernih dan biru kehijauan, menjadikan kolam alami yang sangat menarik untuk ditolak. Suasana damai, gemericik udara yang lembut, dan bebatuan yang sejuk dan unik semuanya menyatu untuk menciptakan pemandangan luar ruangan yang benar-benar mempesona.

Baca Juga: Liburan Murah ke Kediri! 6 Wisata Alam Hits dari Bukit Instagramable sampai Rafting Super Seru

Perjalanan Trekking dan Fasilitas di Sekitar Lokasi

Dari pos utama, pengunjung harus mendaftar terlebih dahulu. Jalur menuju air terjun melewati jalan setapak dengan tangga alami dan jembatan gantung yang menjadi ikon wisata. Ada juga jembatan tambang kedua yang melintasi sungai.

Setelah melewati perhentian, Anda akan menemukan Warung Ibu Nel, di mana Anda dapat menikmati air kelapa yang menyegarkan dan pisang emas yang manis untuk menyegarkan diri setelah mendaki. Ditambah lagi, banyak orang yang suka membawa drone mereka ke sana untuk mengambil beberapa foto.

Aktivitas Menyenangkan untuk Dilakukan

Mendaki sejauh tiga kilometer menuju air terjun adalah sebuah petualangan tersendiri. Jalurnya menurun saat Anda keluar dan menanjak saat kembali, jadi Anda memerlukan daya tahan yang baik

Tebing-tebing yang menjulang tinggi di tepi kolam renang adalah pilihan terbaik untuk menyelam di tebing, dengan ketinggian berkisar antara 3 hingga 10 meter. Ini adalah sensasi yang mengasyikkan bagi mereka yang menyukai adrenalin, tetapi keselamatan adalah yang utama

Aliran air terjun menciptakan kolam alami yang sempurna untuk berenang. Airnya dingin, murni, dan sebening kristal, namun bisa menjadi sedikit keruh saat hujan.

Setiap sudut dan celah Cunca Wulang adalah pemandangan yang menarik untuk diabadikan selamanya. Dari formasi batuan yang unik hingga bayangan langit di atas air, dan tidak lupa jembatan gantung yang terkenal, semuanya sempurna untuk difoto

Baca Juga: Tak Hanya Satu, Inilah Surga Tersembunyi Air Terjun di Kediri

Waktu Terbaik untuk Berkunjung

Musim kemarau, yaitu bulan April– September adalah waktu terbaik untuk trekking. Jalurnya lebih aman, dan airnya jernih. sebaiknya hindari berkunjung saat musim hujan karena jalurnya mungkin licin dan aliran air terjunnya lebih deras.

Harga Tiket dan Sewa Panduan

Cerita Lokal dan Kehidupan Komunitas

Wisatawan biasanya bertemu dengan penduduk lokal yang ramah dalam perjalanan. Mereka menyebutkan bahwa sekitar kawasan sini penuh dengan orang Bugis, karena Labuan Bajo dulunya merupakan tempat persinggahan para nelayan Bugis.

Komunitas lokal tumbuh subur dalam keharmonisan, dimana umat Islam dan Katolik hidup berdampingan secara damai

Perjalanan dari pos terdekat memakan waktu sekitar 15 hingga 20 menit, dan ada baiknya Anda membawa beberapa tongkat pelacak. Setelah mengunjungi air terjun, orang sering mengambil beberapa buah kelapa muda segar di tempat parkir sebelum kembali ke hotel

Tips Berwisata ke Cunca Wulang

Lanjutkan Tujuan : Kampung Melo

Usai menikmati Cunca Wulang, banyak wisatawan yang melanjutkan perjalanan menuju Kampung Melo, salah satu kampung adat di Manggarai Barat yang terkenal dengan tarian adat dan pemandangan indah dari atas bukit.

Air Terjun Cunca Wulang adalah spot yang sempurna bagi siapa pun yang menyukai alam, memotret, atau sekadar ingin bersantai jauh dari hiruk pikuk kota. Ngarai kapur yang menakjubkan, udara yang jernih, dan pendakian yang mengasyikkan semuanya berpadu menjadikan tempat ini pengalaman yang tak terlupakan.

 

Penulisan adalah Emerensiana Jufianti Mahasiswa Magang Universitas Negeri SurabayaUntuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#Mbeliling #Kampung Melo #Air Terjun Cunca Wulang #Manggarai Barat NTT #Labua Bajo #flores