JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, berdampak besar pada psikologis siswa dan orang tua. Insiden yang melukai sedikitnya 97 orang itu membuat sejumlah orang tua mengajukan permohonan pindah sekolah untuk anak mereka.
Pramono mengatakan, situasi ini muncul di tengah upaya pemerintah daerah untuk memulihkan kegiatan belajar mengajar pascaledakan. Ia menyebut sudah meminta pihak sekolah dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk merumuskan langkah terbaik agar proses pembelajaran kembali berjalan aman dan kondusif.
“Banyak siswa yang kemudian minta pindah sekolah. Ini tentu menjadi perhatian dan harus segera dicari solusinya,” ujar Pramono, usai bertemu Kepala Sekolah SMA 72.
Menurut dia, pembelajaran daring yang diberlakukan sementara akan berakhir pada Senin. Pada hari yang sama, pihak sekolah akan mengundang guru dan siswa untuk memberi pilihan: kembali belajar tatap muka atau tetap mengikuti kelas daring.
Hingga kini, pihak sekolah bersama para guru dan wali murid masih berkoordinasi untuk menyusun skema pelaksanaan pembelajaran yang paling aman, menyusul kekhawatiran yang masih dirasakan para orang tua.(*)
Baca Juga: Update Ledakan di SMA 72 Jakarta. Polisi Ungkap Terduga Pelaku adalah Siswa Sendiri
Editor : Jauhar Yohanis