Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Arumi Bachsin Punya Kesan Mendalam terhadap Batik Kediri. Ini yang Dikatakan usai Melihat event KFBF

Hilda Nurmala Risani • Minggu, 16 November 2025 | 19:06 WIB

MEMESONA: Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bahcsin (kiri) dan Ketua Dekranasda Kabupaten Kediri Eriani Annisa turut memamerkan kain batik motif Trinayana Kadhiri dalam gelaran KFBF 2025
MEMESONA: Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bahcsin (kiri) dan Ketua Dekranasda Kabupaten Kediri Eriani Annisa turut memamerkan kain batik motif Trinayana Kadhiri dalam gelaran KFBF 2025
 

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Gelaran Kediri Fashion Batik Festival (KFBF) 2025meninggalkan kesan mendalam di benak ratusan undangan dari berbagai wilayah di Jawa Timur yang kemarin hadir di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG). Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa timur Arumi Bachsinmengapresiasi para kreator akan ciri khas yang kuat di batik Kediri. Istri Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak itu menyebut batik Kediri memiliki DNA sendiri.

KFBF 2025 yang dikemas dengan konsep baru, bukan sekadar peragaanbusana dan kain batik saja. Event yang rutin digelar oleh Dekranasda KabupatenKediri dan Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri ini telah berhasil memantik ekonomipara pelaku UMKM. Sebab, karya mereka diminati ratusan undangan yang kemarinlangsung berbelanja.

Gelaran dekranasda KFBF ini bisa jadi contoh kota dan kabupaten lain. Melaluiacara ini saya mengetahui motif khas (batik) yang ada di Kabupaten Kediri,” kata perempuan yang akrab disapa Arumi itu.

Baca Juga: Saksikan KFBF Sekaligus Borong Produk Kriya

Lebih lanjut Arumi mengatakan, motif batik di setiap daerah berbeda-beda. Masing-masing memiliki motif indah yang bisa dijadikan identitas. Dia meminta agar motif-motif tersebut diabadikan. Sehingga, nantinya bisa dinikmati oleh anak cucu.Tentunya dengan menyesuaikan kondisi agar tetap relevan dari masa ke masa.

Ini (KFBF) bisa jadi pemantik perajin untuk terus semangat berkarya. Sebabdengan geliat ekonomi yang bagus akan ada regenerasi yang baik,” lanjut ibu tigaanak itu.

Apalagi, kata Arumi, batik dari Kabupaten Kediri seolah memiliki DNA atauciri khas sendiri yang kuat. Mulai warna hingga motif yang sangat beragam. “Ini(motif batik Kediri) yang tidak bisa ditemukan di lokasi lain. Terkadang di tempatlain itu yang buat beda-beda tetapi hasilnya (motif, Red) sama. Tapi di sini(Kabupaten Kediri, Red) beragam,” tuturnya kagum.

Baca Juga: Jangan Sampai Ketinggalan KFBF Bakal Meriah, Ada Puluhan Talent dan Belasan Crafter yang Terlibat

Untuk diketahui, tahun ini Dekranasda Kabupaten Kediri kembali me-launching wastra baru. Yakni, batik Trinayana Kadhiri. Dengan konsep sarimbit, kainbatik disulap menjadi empat mode pakaianMulai baju untuk ulang tahun, hari raya, berlibur, hingga pesta atau resepsi

Pembuatan empat konsep pakaian itu, sekaligus untuk menunjukkan jika batik tidak hanya bisa dipakai di segala suasana. Melainkan juga oleh berbagai generasi. Baik anak-anak hingga oran dewasa.

Salah satu koleksi yang kemarin ditampilkan adalah karya Nuzul Kurniawan. Desainer atau kreator fesyen asal Plemahan itu mengkreasikan dua wastra tradisional. Yakni, kain batik dengan nuansa warna biru dan kuning yang ceria dari maestro Batik Pemenget, serta kain tenun dari maestro Tenun Basro.

Di luar itu, masih ada ratusan wastra, baik batik maupun tenun yang ditampilkan. Kekayaan wastra itu disajikan secara apik dalam parade berbagaiproduk dengan nuansa tren masa kini. Mulai dari busana, sepatu, tas, topi, dan lainnya.

Bahkan, Arumi Bachsin dan Ketua Dekranasda Kabupaten Kediri Eriani Annisa mengenalkan langsung batik motif Trinayana Kadhiri di catwalk. Gerakan luwes mereka membawakan kain batik khas Kediri itu membuat ratusan undanganyang ada di Convention Hall SLG terpukau.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsihmengatakan, KFBF rutin digelar sekaligus untuk mengenalkan produk dengankearifan lokal itu ke masyarakat luas. Bagaimanapun pelaku usaha butuhpendamping yang konsisten, yang paham betul dengan potensi Kabupaten Kediri,”urainya.

Untuk bisa tampil di panggung, dinas perdagangan harus menyeleksi lebih dari40 maestro dan kreator fesyen. Ke depan, Tutik menyebut pemkab akan lebih banyakmengakomodasi potensi-potensi lokal Kediri.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, perhelatan KFBF kemarin berlangsung semarak. Puluhan karya wastra dipamerkan di panggung sepanjang 30 meter berkonsep street runway. Total ada 65 talent yang terlibat dalam peragaan busanahingga pentas teater.

"Untuk koleksi batik seluruhnya dibuat sejak dua bulan yang lalu. Dengankonsep pakaian batik terkini dan nilai ekonomi kreatif mencapai puluhan jutarupiah,” beber fashion conceptor sekaligus pengarah acara KFBF 2025 EmbranNawawi.  

Baca Juga: Kediri Fashion Batik Festival (KFBF) 2025 Hadir 3 Hari Lagi, bersama Launching SIM PKK Se-Jawa Timur

Ratusan undangan dibuat kagum dengan berbagai karya busana yang ditampilkan. Total ada 44 pakaian mulai dari pakaian anak-anak, remaja, hinggauntuk ayah dan ibu yang dipamerkan.

Sementara itu, KFBF 2025 mendapat apresiasi dari Bupati Kediri HanindhitoHimawan Pramana. Salah satunya terkait terkait motif yang menarik dan tersusunrapi.

“Saya lihat sekarang ini motif yang dibuat lebih rapi. Tentu atas dasarpendampingan yang dilakukan oleh pemerintah. Harapannya setiap motif yang dibuatmemiliki makna dan filosofi yang mendalam,” tandasnya sembari meminta KFBFterus diselenggarakan dengan inovasi-inovasi baru. (*)

Editor : Mahfud
#Deskranasda #arumi bachsin #batik kediri #Kediri Fashion Batik Festival 2025