Maskapai Flyadeal, anak perusahaan Saudia Airlines, menargetkan penerbangan umrah dari Bandara Dhoho Kediri ke Jeddah bisa dimulai akhir November atau awal Desember 2025. CEO Flyadeal Wilayah ASEAN, Abdul Offar Musa, menyebut proses izin open sky dan FAOC ditarget rampung 12 November. Namun, koordinasi antara otoritas penerbangan Indonesia dan Arab Saudi bisa memakan waktu 2–4 minggu. Meski sebagian besar travel umrah di Kediri sudah memesan kursi hingga akhir tahun, beberapa agen siap terbang lebih awal melalui Bandara Dhoho.
KABUPATEN, JP Radar Kediri- Maskapai Flyadeal terus berkejaran dengan waktu untuk menyelesaikan perizinan umrah. Anak perusahaan Saudia Airlines itu optimistis bisa menuntaskannya pada awal November. Sehingga, pada akhir November atau awal Desember bisa memulai penerbangan umrah Kediri-Jeddah.
Chief Executive Officer (CEO) Flyadeal Wilayah ASEAN Abdul Offar Musa mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi terkait penerbitan izin. Yang terbaru, November nanti izin dipastikan sudah klir.
"Menurut Flyadeal, kita bisa siapkan semua izin untuk Dhoho sekitar 12 November. Izin open sky (rute baru) dan FAOC untuk Dhoho," ungkap pria yang akrab disapa Offar itu.
Sebelumnya, pria asal Malaysia itu menargetkan sudah bisa melakukan penerbangan pada pekan kedua November. Namun, berdasar perkembangan terbaru, pada pertengahan November nanti Flyadeal masih harus menunggu penerbitan izin.
Karenanya, penerbangan baru bisa dilakukan paling cepat akhir November atau awal Desember. "Kerana ada process antara Perhubungan Udara Saudi dan Indonesia. Biasanya itu ambil masa (butuh waktu) 2-4 minggu ," tuturnya dalam bahasa Melayu campuran itu.
Seperti diberitakan, sebelumnya beberapa travel menyatakan dukungannya terkait pembukaan penerbangan umrah di Bandara Dhoho. Pasalnya, hal tersebut bisa memangkas biaya transportasi mereka ke bandara.
Syaratnya, pengusaha travel meminta agar jadwal penerbangan umrah tidak berubah. Sebab, perubahan jadwal akan merugikan travel yang telanjur memesan hotel di Makkah dan Madinah.
Selebihnya, pengusaha travel di Kediri Raya mengaku baru bisa terbang lewat Bandara Dhoho mulai Januari 2026. Sebab, mereka telanjur melakukan pemesanan kursi pesawat di Bandara Juanda dan bandara lain hingga akhir Desember.
Meski mayoritas travel telanjur pesan seat penerbangan di Surabaya, Offar menyebut sudah ada sejumlah travel umrah yang menyatakan minat terbang lewat Bandara Dhoho akhir tahun ini. "Ada beberapa agen (travel) mau terbang akhir tahun ini. Mereka ada call GM Airport Dhoho. Jadi kami lagi mengerjakan izin dan semoga dapat dipercepatkan," harapnya. (sad/ut)
Editor : Jauhar Yohanis