Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo,  Makan Bergizi Gratis 

Jauhar Yohanis • Selasa, 21 Oktober 2025 | 17:15 WIB

Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi sorotan pada pengarahan Presiden di depan para Mentri pada 20 Okterber 2025
Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi sorotan pada pengarahan Presiden di depan para Mentri pada 20 Okterber 2025

Tepat setahun setelah dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Senin (20/10). Dalam pidato panjang berdurasi hampir dua jam, Prabowo menegaskan arah baru pemerintahannya: pembangunan manusia melalui pendidikan dan kesehatan yang merata.

“Semua anak bangsa berhak maju. Pendidikan dan kesehatan harus merata,” ujarnya di hadapan jajaran kabinet, wakil presiden Gibran Rakabuming Raka, dan para menteri.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan utama. Dalam satu tahun, pemerintah mencatat 410 juta porsi makanan telah dibagikan kepada 36,7 juta penerima, mencakup anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sebanyak 12.508 dapur terpusat telah beroperasi dari target 32.000 unit.

“Artinya, dalam satu tahun kita sudah memberi makan satu populasi seukuran Singapura setiap hari,” kata Prabowo disambut tepuk tangan. Ia mengakui ada kasus keracunan di beberapa daerah, namun menyebut angkanya “masih dalam batas manusiawi”, sekitar 0,007 persen dari total porsi yang disalurkan. "Meski begitu, hal ini tidak boleh dibiarkan", lanjutnya

Selain MBG, Prabowo menyoroti kemajuan Sekolah Rakyat — lembaga pendidikan gratis bagi anak dari keluarga miskin. Dari target 500 sekolah, 166 unit telah beroperasi, menampung 15.945 siswa dari desil ekonomi 1 dan 2. Program ini disebut sebagai “pemotong rantai kemiskinan” agar anak dari keluarga miskin tidak mewarisi nasib orang tuanya.

“Kita harus berani merubah dan memotong rantai kemiskinan,” tegasnya.

Prabowo juga menyinggung program Cek Kesehatan Gratis, yang telah dimanfaatkan oleh 43 juta warga. Setiap warga berhak memeriksakan diri sekali dalam setahun, bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Dari program ini, pemerintah menemukan mayoritas masyarakat memiliki masalah kesehatan gigi — sinyal bahwa tenaga dokter dan fasilitas kesehatan masih perlu ditingkatkan.

“Negara kekurangan lebih dari 140 ribu dokter umum dan ribuan spesialis,” ujar Prabowo, sambil menegaskan prioritas beasiswa LPDP untuk pendidikan kedokteran.

Di penghujung pidato, Prabowo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para menteri. “Kita berdiri di depan rakyat dengan penuh kehormatan dan kepercayaan diri. Kita telah bekerja keras dan hasilnya dirasakan rakyat,” ujarnya. (*)

Editor : Jauhar Yohanis
#Mbg #keracunan #Prabowo Subianto