JP Radar Kediri - Baru dua hari diluncurkan, kanal pengaduan “Lapor Pak Purbaya” langsung diserbu ribuan pesan dari masyarakat. Total ada 15.933 aduan yang masuk hanya dalam 48 jam pertama sejak kanal dibuka pada 15 Oktober 2025 lalu.
Program anyar yang diinisiasi oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan terkait layanan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Aduan bisa dikirim langsung lewat WhatsApp 0822-4040-6600 tanpa harus datang ke kantor pajak atau bea cukai.
“Lapor Pak Purbaya” sendiri merupakan gagasan Purbaya Yudhi Sadewa, pejabat Kemenkeu yang kini gencar mendorong reformasi birokrasi fiskal. Ia menyebut, kanal ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi, mempercepat respon pengaduan, serta memperbaiki citra pelayanan publik di sektor pajak dan bea cukai.
Baca Juga: Fakta Terbaru dari Menkeu Purbaya Soal Gaji Pensiunan PNS, Segini yang Cair November
Ribuan Laporan Masuk, Bea Cukai Jadi Sorotan
Dari ribuan laporan tersebut, sekitar 13.285 pesan kini tengah diverifikasi tim Kemenkeu. Sisanya, sekitar 2.400 pesanjustru berisi ucapan selamat dan dukungan terhadap program baru tersebut.
Namun, di antara keluhan yang masuk, sebagian besar menyoroti kinerja oknum pegawai bea cukai dan pajak. Mulai dari pegawai yang bersikap tidak profesional hingga dugaan pungutan liar.
Beberapa aduan bahkan menyebut ada petugas nongkrong di kedai kopi sambil berseragam dinas dan membicarakan urusan pribadi. Ada juga laporan soal peredaran rokok ilegal di wilayah Madura yang dinilai masih marak meski pengawasan sudah diperketat.
Kasus lain datang dari pelaku usaha yang mengeluh barang impornya tertahan hingga 34 hari di bea cukai padahal seluruh dokumen sudah lengkap. Keluhan itu membuat Purbaya disebut “geram” dan menegaskan akan menindak tegas petugas yang bersikap semena-mena terhadap pelaku usaha.
Baca Juga: Gaji Pensiunan PNS akan Langsung dari Kemenkeu? Begini Dampaknya untuk ASN dan Taspen
Tak hanya bea cukai, laporan soal pajak juga ramai. Salah satunya menyoroti perilaku seorang account representative di KPP Pratama Tigaraksa yang disebut bertindak layaknya preman terhadap wajib pajak.
Langkah Nyata Reformasi
Kemenkeu menegaskan bahwa semua aduan valid akan ditindaklanjuti dengan cepat. Kanal ini, menurut Purbaya, adalah bentuk komitmen nyata pemerintah untuk mendengarkan langsung suara masyarakat tanpa perantara birokrasi.
“Kita ingin memastikan pelayanan fiskal berjalan transparan dan adil. Tidak boleh ada pegawai yang arogan terhadap masyarakat,” tegas Purbaya dalam keterangannya.
Meski menuai apresiasi, sejumlah pihak mengingatkan agar Kemenkeu memastikan transparansi tindak lanjut laporan. Publik menunggu bukti nyata bahwa kanal tersebut tidak hanya menjadi tempat curhat, tetapi benar-benar menyelesaikan persoalan di lapangan.
Baca Juga: Ini Penjelasan Menkeu Soal Gaji Pensiunan PNS Usai Perpres 79/2025 Disahkan, November Resmi Naik?
Jika dikelola dengan baik, “Lapor Pak Purbaya” berpotensi menjadi alat pengawasan sosial yang efektif, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap instansi perpajakan dan bea cukai.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira