KOTA, JP Radar Kediri – Polemik tayangan Trans7 yang menayangkan potongan video berisi Kiai Anwar Manshur memicu gelombang reaksi publik. Tagar #BoikotTrans7 menjadi trending di berbagai platform media sosial. Tak lama, manajemen Trans7 pun menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan sowan langsung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kota Kediri.
Direktur Produksi Trans7, Andi Chairil, dikabarkan akan datang ke Lirboyo didampingi mantan Ketua Dewan Pers, M. Nuh. Kedatangan tersebut dijadwalkan pada Rabu (16/10) untuk menyampaikan permohonan maaf langsung kepada keluarga besar pesantren.
“Kami sudah mendengar kabar itu. Besok (hari ini) katanya Pak Andi Chairil akan datang ke Lirboyo,” kata Kiai Oing Abdul Muid Shohib, salah satu pengasuh Ponpes Lirboyo, saat dikonfirmasi wartawan.
Menurutnya, pihak pesantren hingga kini masih melakukan rembuk internal untuk menyikapi kasus tersebut. Diskusi di kalangan para pengasuh sudah dilakukan sejak kabar tayangan itu mencuat. Namun, untuk pernyataan resmi kepada publik, pihaknya masih menunggu hasil pertemuan dengan manajemen Trans7.
“Untuk sementara, kami belum bisa memberikan statement resmi. Kami berembuk dulu secara internal,” ujarnya singkat.
Sebelumnya, Trans7 telah mengirimkan surat permohonan maaf kepada keluarga besar Lirboyo melalui Gus Adib, salah satu putra Kiai Anwar Manshur. Dalam surat itu, pihak stasiun TV mengakui kekeliruan narasi dalam tayangan dan berjanji memperbaiki standar redaksional agar tidak menimbulkan kesalahpahaman serupa di masa depan.
Meski begitu, gelombang protes di media sosial tetap menguat. Banyak santri dan alumni pesantren menyuarakan kekecewaannya, bahkan sebagian menyerukan boikot terhadap stasiun televisi tersebut.
Langkah Trans7 untuk datang langsung ke Lirboyo dinilai sebagai bentuk itikad baik. Namun, kalangan pesantren berharap permohonan maaf itu disertai evaluasi serius di tingkat redaksi agar penghormatan terhadap ulama dan nilai pesantren benar-benar dijaga.(ais)
Editor : Jauhar Yohanis