JP Radar Kediri – Kalender Jawa hari ini bertepatan dengan weton Jumat wage. Weton ini diyakini memiliki peruntungan tersendiri dalam hal watak, rezeki, karir, dan asmara.
Kalender Jawa Weton Hari Ini
Kalender Masehi: 19 September 2025
Tanggal Jawa: 26 Mulud 1959 Dal
Tanggal Islam: 26 Rabiul Awal 1447 H
Weton: Jumat Wage
Hari: Jumat
Pasaran: Wage
Weton Jumat Wage memiliki jumlah neptu 10, hasil dari gabungan nilai hari Jumat (6) dan pasaran Wage (4).
Baca Juga: Panitia KKA Proses Hasil Pengerjaan Peserta di Semua Region
Watak Jumat Wage
Berdasarkan primbon Jawa, weton Jumat wage berada di bawah naungan “Lakuning Pandhita Sakti”, yang artinya memiliki karakter seperti pendeta yang sakti.
Mereka cenderung pendiam, namun dalam pikirannya penuh kebijaksanaan, cepat mengerti dan memiliki daya tangkap tinggi.
Uniknya, weton ini sangat cocok menjadi tempat curhat atau penasihat karena memiliki naluri tajam. Tak heran banyak yang menjadi paranormal, penulis, atau profesi yang berhubungan dengan sastra dan bahasa.
Asmara Jumat Wage
Weton Jumat Wage akan cocok berpasangan dengan orang yang memiliki weton dengan neptu 9 atau 14, seperti Senin Legi, Rabu Pahing, Sabtu Legi, Jumat Kliwon, dan Minggu Wage.
Hubungan antara pasangan dengan weton yang serasi ini diprediksi akan harmonis, bahagia, dan langgeng.
Baca Juga: Menggila, Harga Telur Ayam di Kediri Tembus Rp 28 Ribu per Kilogram
Rezeki Jumat Wage
Dalam hal rezeki, Jumat Wage termasuk yang beruntung. Mereka memiliki garis nasib “Tibo Pati”, bukan berarti hidupnya selalu penuh penderitaan.
Istilah Tibo Pati ini menggambarkan adanya masa sulit yang harus dilalui, seperti kebangkrutan dalam karier atau perpisahan dalam hubungan.
Mereka cenderung mengalami kesulitan dalam hal rezeki, terutama di awal kehidupan, ada ramalan bahwa antara usia 30 hingga 35 tahun, mereka akan merasakan kesuksesan dan pencapaian yang signifikan, asalkan tetap bekerja keras dan bersyukur.
Karir Jumat Wage
Dalam karier, individu dengan weton ini lebih cocok untuk berkarir di bidang yang berkaitan dengan benda mati, seperti di instansi, perusahaan, atau pabrik. Mereka diyakini kurang cocok jika berprofesi sebagai petani atau peternak.
Hal ini menekankan pada kegigihan pribadi ketika menjadi seorang pegawai.
Mereka dianggap cocok dengan pribadi Jumat Wage yang penyayang dan bisa merawat. Maka dari itu, dapat ditunjang dengan kreativitas di bidang peternakan dan pertanian.
Editor : Shinta Nurma Ababil