Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cucu Pendiri NU Jadi Menteri Haji Pertama RI, Begini Profil dan Rekam Jejak hingga Kekayaan Gus Irfan

Ilmidza Amalia Nadzira • Selasa, 9 September 2025 | 17:55 WIB
Irfan Yusuf. Menteri Haji dan Umrah
Irfan Yusuf. Menteri Haji dan Umrah

JP Radar Kediri - Sejarah baru tercatat di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Untuk pertama kalinya, Indonesia memiliki Kementerian Haji dan Umrah. Dan yang dipercaya menakhodai kementerian anyar ini adalah Mochamad Irfan Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Irfan.

Politikus Partai Gerindra itu resmi dilantik Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin sore (8/9). Ia tidak sendirian. Presiden juga menunjuk Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakil menteri.

Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah sendiri diatur dalam revisi ketiga UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. DPR RI mengesahkan aturan tersebut pada rapat paripurna 26 Agustus lalu.

Baca Juga: Prabowo Reshuffle Kabinet, Sri Mulyani Lengser Diganti Purbaya Yudhi Sadewa! Ini Daftar Menteri yang Diganti

Rekam Jejak Panjang

Gus Irfan bukan nama asing. Ia merupakan cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari. Lahir di Jombang, 24 Juni 1962, ia menamatkan pendidikan dasar hingga menengah di tanah kelahirannya. Selepas itu, ia melanjutkan studi di Universitas Brawijaya Malang hingga meraih gelar sarjana (1985) dan magister (2002). Terbaru, Februari 2025 lalu, ia sukses meraih gelar doktor di bidang Manajemen Pendidikan Islam dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Sejak muda, Gus Irfan dikenal aktif di dunia pesantren. Ia menjadi Sekretaris Umum Pondok Pesantren Tebuireng (1989–2006), lalu dipercaya sebagai Komisaris Utama PT BPR Tebuireng selama dua dekade. Ia juga sempat menjadi dosen di Akademi Keperawatan (AKPER) Widyagama Malang dan kini mengasuh Pesantren Al-Farros.

Selain dunia pendidikan, ia juga aktif di organisasi keagamaan maupun politik. Pernah menjabat Wakil Ketua RMI PWNU Jawa Timur, Wakil Ketua LPNU, Ketua Umum GEMIRA Partai Gerindra, hingga menjadi juru bicara tim pemenangan Prabowo–Sandiaga pada Pilpres 2019.

Baca Juga: Tak Hanya Sri Mulyani, Dito Ariotedjo juga Resmi Dicopot, Siapa Menpora Baru Pilihan Prabowo?

Tak hanya sarat pengalaman, Gus Irfan juga tercatat memiliki harta melimpah. Berdasarkan laporan LHKPN KPK per Maret 2025, total kekayaannya mencapai Rp16,26 miliar.

Dari jumlah tersebut, mayoritas berupa tanah dan bangunan senilai Rp13,26 miliar. Menariknya, laporan tersebut tidak mencatat adanya utang sama sekali.

Dengan pengalaman panjangnya di dunia pesantren sekaligus kiprah politiknya, publik menaruh harapan besar pada Gus Irfan untuk membawa penyelenggaraan haji dan umrah Indonesia lebih baik.

Sebagai Menteri Haji pertama, ia dituntut mampu mengurai berbagai persoalan klasik, mulai dari antrean panjang haji hingga layanan jamaah di Tanah Suci.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#gus irfan #Reshaflle Kabinet #kementerian haji dan umrah