JP Radar Kediri - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan besar di Kabinet Merah Putih pada Senin (8/9). Empat menteri dan satu wakil menteri baru dilantik di Istana Negara, Jakarta, pukul 16.00 WIB.
Salah satu sorotan utama adalah lengsernya Sri Mulyani Indrawati dari kursi Menteri Keuangan. Posisi strategis itu kini dipercayakan kepada Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Pergantian Sri Mulyani yang telah menjabat sejak era Presiden Joko Widodo ini menimbulkan tanda tanya publik. Namun, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan keputusan tersebut bukan karena pengunduran diri maupun pencopotan.
“Bukan mundur, bukan dicopot. Bapak Presiden selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan punya hak prerogatif. Atas evaluasi menyeluruh, beliau memutuskan untuk melakukan perubahan formasi,” tegas Prasetyo usai pelantikan.
Menurut Prasetyo, tidak ada alasan spesifik yang membuat Sri Mulyani diganti. Keputusan itu murni hasil evaluasi Presiden atas kinerja dan kebutuhan kabinet ke depan. “Dasar pertimbangannya banyak. Itu haknya Presiden,” tambahnya.
Selain Sri Mulyani, beberapa kursi kabinet juga berganti wajah. Budi Gunawan lengser dari Menko Polhukam, Budi Arie Setiadi dari Menteri Koperasi, Dito Ariotedjo dari Menpora, serta Abdul Kadir Karding dari Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
Baca Juga: Heboh Kabar Reshuffle Kabinet Sore Ini, 5 Menteri Ini Jadi Sorotan!
Mereka digantikan oleh:
-
Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan
-
Mukhtarudin sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)
-
Ferry Juliantono sebagai Menteri Koperasi
-
Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah
-
Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah
Sementara itu, posisi Menko Polhukam masih kosong dan untuk sementara dijabat ad interim oleh Sjafrie Sjamsoeddin. Sedangkan jabatan Menpora hingga kini belum ada pengganti.
Prasetyo menegaskan reshuffle ini bukan karena tekanan atau situasi politik tertentu, melainkan strategi Prabowo untuk memperkuat kinerja kabinet. “Semua bagian dari evaluasi menyeluruh,” katanya.
Kini publik menanti, apakah kehadiran Purbaya Yudhi Sadewa di kursi Menteri Keuangan mampu melanjutkan jejak panjang Sri Mulyani sekaligus menjawab tantangan besar ekonomi Indonesia ke depan.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira