Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Rumah Sri Mulyani Dijarah Massa, TNI AD Pasang Penjagaan Ketat! Rakyat Geram Aturan Pajak yang Mencekik

Ilmidza Amalia Nadzira • Minggu, 31 Agustus 2025 | 18:20 WIB
Rumah Sri Mulyani saat dijarah.
Rumah Sri Mulyani saat dijarah.

JP Radar Kediri - Suasana mencekam sempat menyelimuti kawasan perumahan elit Bintaro, Tangerang Selatan. Rumah pribadi Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada Minggu (31/8/2025) dini hari didatangi massa. Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, melainkan bentuk luapan kekecewaan publik terhadap kebijakan fiskal pemerintah yang dinilai mencekik rakyat kecil.

Sri Mulyani, yang dikenal sebagai arsitek kebijakan keuangan negara, belakangan menuai sorotan tajam. Kenaikan tarif PPN hingga aturan pajak baru yang menyasar transaksi digital dan kebutuhan sehari-hari membuat sebagian masyarakat merasa tertekan. Massa yang mendatangi rumah Menkeu diyakini tak hanya karena isu keamanan nasional, tetapi juga sebagai simbol protes terhadap kebijakan ekonomi yang dianggap berat sebelah.

Puluhan prajurit TNI Angkatan Darat langsung disiagakan di sekitar rumah Sri Mulyani. Sejak dini hari hingga Minggu pagi (31/8), penjagaan dilakukan superketat. Setiap akses jalan diperiksa, bahkan portal masuk komplek dijaga aparat bersenjata lengkap.

Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 10.00 WIB suasana berangsur kondusif. Namun, aparat menegaskan pengamanan akan dilakukan 24 jam penuh. “Ini menyangkut simbol negara, tidak boleh ada aksi anarkis lagi,” ujar salah seorang prajurit yang berjaga.

Gelombang kritik terhadap kebijakan perpajakan belakangan semakin meluas. Sejak awal 2025, kebijakan PPN 12 persen hingga wacana perluasan objek pajak kerap menjadi bahan perbincangan. Para pedagang kecil, driver ojol, hingga pekerja menengah bawah merasa semakin terbebani.

“Kalau penghasilan pas-pasan, tapi semua kena pajak, rakyat bisa apa? Harga naik semua. Pajak yang katanya untuk pembangunan, tapi hidup rakyat makin susah,” ungkap seorang warga sekitar yang ikut menyaksikan massa bergerak ke rumah Sri Mulyani.

Menurut pengamat ekonomi, amarah publik ini bisa jadi refleksi dari akumulasi kekecewaan. Bukan hanya tragedi meninggalnya driver ojol di Jakarta yang memicu aksi massa, tetapi juga tekanan ekonomi yang sehari-hari dirasakan masyarakat.

Hingga kini, Sri Mulyani belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden dini hari tersebut maupun kaitan aksi massa dengan kebijakan fiskal pemerintah. Awak media yang mencoba menghubungi pihak Kemenkeu pun belum mendapatkan jawaban.

Namun, seorang sumber internal menyebutkan bahwa Menkeu tetap berada di rumah saat kejadian berlangsung, dan aparat segera memperketat pengamanan begitu massa mulai merapat.

Insiden ini menambah daftar panjang gelombang protes yang mulai menyasar pejabat negara. Sebelumnya, kericuhan di Jakarta hingga Yogyakarta menunjukkan eskalasi ketidakpuasan rakyat yang kian sulit dibendung.

Jika pemerintah tak segera melakukan langkah konkret untuk meringankan beban rakyat, bukan tak mungkin aksi serupa akan kembali terulang di kemudian hari.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#Rumah Sri Mulyani Dijarah #demo dpr #rumah Sri Mulyani Bintaro dijajah