JP Radar Kediri - Kericuhan besar yang mewarnai aksi demonstrasi buruh dan mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR RI, Kamis malam (28/8/2025), tidak hanya menelan korban dari pihak sipil.
Aparat kepolisian yang bertugas mengamankan jalannya aksi juga ikut menjadi korban.
Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim menyebutkan, sedikitnya 10 anggota polisi mengalami luka-luka, dengan satu orang dalam kondisi kritis.
“Polisi yang dirawat saat ini terdata 10 orang, kritis 1 orang,” ungkapnya dalam konferensi pers di RS Cipto Mangunkusumo, Kamis malam.
Menurut Abdul Karim, sebagian besar polisi terluka akibat lemparan batu, botol, hingga terkena ledakan petasan saat mencoba membubarkan massa.
Sementara korban yang kritis kini masih menjalani perawatan intensif di RS Kramatjati. Identitas para korban hingga kini belum dipublikasikan.
Baca Juga: Kondisi Moh Umar Amarudin, Ojol Korban Demo Ricuh di Petamburan, Masih Kritis di RS Pelni?
Ricuh Berawal dari Penyusup
Demo 28 Agustus awalnya berlangsung tertib. Ribuan buruh dan mahasiswa menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR/MPR.
Namun, menjelang malam, situasi berubah kacau setelah massa yang diduga penyusup melakukan aksi anarkis. Mereka melempar botol, membakar ban, memanjat pagar, hingga memblokade ruas Tol Dalam Kota.
Aksi tersebut membuat lalu lintas lumpuh total. Polisi berulang kali mengimbau agar massa menghentikan aksi anarkis, namun tidak diindahkan. Kondisi semakin panas ketika aparat mengerahkan gas air mata dan water cannon untuk membubarkan massa.
Ojol Tewas Tertabrak Rantis
Selain aparat, korban juga datang dari kalangan warga sipil. Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol), meninggal dunia setelah tertabrak mobil taktis barracuda milik Brimob di kawasan Bendungan Hilir (Benhil).
Tragedi ini sontak menuai kecaman publik karena korban bukan bagian dari massa aksi.
Sementara itu, satu pengemudi ojol lainnya, Moh Umar Amarudin, mengalami luka serius di kepala dan dada. Hingga kini ia masih dirawat intensif di RS Pelni, Jakarta.
Baca Juga: Kericuhan Demo 28 Agustus di DPR RI, Pengemudi Ojol Tewas dan Satu Kritis Terlindas Rantis Brimob
7 Anggota Brimob Diperiksa
Abdul Karim menegaskan, pihak kepolisian sudah menindaklanjuti insiden ini dengan mengamankan tujuh anggota Brimob yang berada dalam mobil rantis saat peristiwa terjadi. Mereka kini tengah diperiksa di Mako Brimob Kwitang. “Pelaku sudah diamankan dan dalam proses pemeriksaan,” tegasnya.
Kapolri Sampaikan Permintaan Maaf
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung angkat bicara. Ia menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada keluarga korban, baik dari kalangan sipil maupun aparat.
“Saya menyesali peristiwa ini dan mohon maaf sedalam-dalamnya. Kami sedang menindaklanjuti, Propam sudah saya perintahkan untuk memproses kasus ini,” ujarnya.
Listyo menegaskan, Polri akan bertanggung jawab penuh, termasuk menanggung biaya pemakaman Affan serta perawatan korban luka. “Kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada keluarga korban dan seluruh keluarga besar ojol,” tambahnya.
Baca Juga: Kronologi Lengkap Pengemudi Ojol Tewas Diduga Terlindas Mobil Rantis Brimob saat Demo DPR 28 Agustus
Situasi Mulai Kondusif
Hingga Kamis malam, aparat akhirnya berhasil memukul mundur massa dari kawasan DPR/MPR hingga ke Senayan Park dan Tomang. Jalan Asia Afrika yang sempat lumpuh perlahan dibuka kembali.
Meski begitu, sisa-sisa kericuhan masih terlihat jelas pagar rusak, jalan penuh sampah, dan aroma gas air mata masih menyengat.
Kericuhan 28 Agustus kini menjadi perhatian nasional. Selain mencederai citra demokrasi, peristiwa ini juga meninggalkan duka bagi keluarga korban, baik aparat maupun warga sipil.
Polisi berjanji mengusut tuntas dalang kerusuhan sekaligus memastikan insiden serupa tak terulang.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira