Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lepas 1 Juta Saham BCA, Ini Kiprah Panjang Jahja Setiaatmadja di Dunia Bank

Ilmidza Amalia Nadzira • Selasa, 19 Agustus 2025 | 20:05 WIB
Nama Jahja Setiaatmadja tak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
Nama Jahja Setiaatmadja tak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

JP Radar Kediri – Nama Jahja Setiaatmadja tak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Selama lebih dari 14 tahun, pria kelahiran Jakarta, 14 September 1955 itu, menjadi sosok sentral di balik kokohnya reputasi BCA sebagai bank swasta terbesar di Indonesia.

Kini, setelah resmi melepas jabatan sebagai Presiden Direktur BCA dan beralih menjadi Presiden Komisaris sejak Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025, kiprah Jahja kembali mencuri perhatian publik.

Bukan karena kebijakan perbankan, melainkan karena keputusannya menjual sebanyak 1 juta saham BBCA pada 12 Agustus 2025 lalu.

Dengan harga transaksi Rp 8.750 per lembar, ia meraup dana segar senilai kurang lebih Rp 8,75 miliar.

Baca Juga: Wajib Autentikasi di Andal by Taspen, Gaji Pensiunan PNS September Bisa Tertunda

Awal Karier dan Jalan Panjang ke BCA

Jahja merupakan alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, jurusan Akuntansi, yang lulus pada tahun 1982. Karier profesionalnya dimulai jauh sebelum itu.

Pada 1979, ia sempat bekerja di firma akuntan Price Waterhouse. Setelah itu, ia menempati posisi penting di sejumlah perusahaan besar, mulai dari Direktur Keuangan PT Kalbe Farma pada era 1980-an, hingga Direktur Keuangan PT Indomobil Sukses Internasional di penghujung 1980-an hingga 1990.

Langkah besarnya terjadi pada 1990, ketika ia resmi bergabung dengan BCA. Dari sinilah perjalanan panjangnya sebagai bankir dimulai.

Perlahan tapi pasti, ia menapaki tangga jabatan strategis Kepala Divisi Treasury (1996–1999), Direktur (1999–2005), Wakil Presiden Direktur (2005–2011), hingga akhirnya dipercaya sebagai Presiden Direktur sejak 2011.

Transformasi BCA di Era Jahja

Selama kepemimpinannya, Jahja tak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga mendorong inovasi dan ekspansi bisnis BCA. Beberapa pencapaiannya antara lain:

Baca Juga: Alhamdulillah! Honorer R2-R3 Berpeluang Besar Diangkat Jadi PPPK Paruh Waktu 2025, Ini Syaratnya

Dengan strategi itu, BCA berhasil menjaga dominasinya sebagai bank swasta terbesar di Indonesia sekaligus memiliki kapitalisasi pasar terbesar di Asia Tenggara.

Transisi ke Presiden Komisaris dan Jual Saham

Pada Maret 2025, RUPST memutuskan pergantian kepemimpinan. Jahja digeser menjadi Presiden Komisaris menggantikan Djohan Emir Setijoso.

Sementara kursi Presiden Direktur ditempati Gregory Hendra Lembong, yang sebelumnya Wakil Presiden Direktur.

Tak lama setelah peralihan itu, Jahja membuat langkah mengejutkan: melepas sebagian sahamnya di BCA.

Meski nilainya terbilang besar, secara persentase kepemilikan tak banyak berubah. Jahja masih memegang sekitar 34,80 juta saham atau 0,03 persen dari total saham beredar, hanya berkurang 1 juta dari sebelumnya 35,80 juta lembar.

Corporate Secretary BCA, I Ketut Alam Wangsawijaya, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan bahwa penjualan saham itu semata untuk “diversifikasi portofolio investasi”.

Baca Juga: Seleksi PPPK Paruh Waktu Dimulai, Intip Gajinya per Daerah! Ada yang Hampir Rp 6 Juta

Jejak yang Sulit Dilupakan

Meski kini sudah tidak lagi menjabat sebagai Presiden Direktur, nama Jahja akan selalu dikaitkan dengan masa keemasan BCA.

Ia dikenal sebagai pemimpin yang tenang, penuh strategi, dan mampu menakhodai bank raksasa itu melewati berbagai fase perubahan, termasuk era digitalisasi perbankan yang ketat persaingan.

Penjualan 1 juta sahamnya mungkin hanya bagian kecil dari perjalanan investasi pribadi, namun bagi publik, setiap langkah Jahja tetap menarik untuk dicermati.

Sebab, apa yang ia lakukan kerap memberi sinyal, baik untuk arah perbankan maupun bagi pasar modal tanah air.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#komisaris #jahja setiaatmadja #bank bca #saham BCA