JP Radar Kediri - Suasana Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sejak Rabu pagi (13/8) memanas. Ribuan massa dari berbagai aliansi dan kelompok masyarakat memadati Alun-Alun dan gerbang Kantor Bupati.
Mereka datang dengan satu tujuan mendesak Bupati Pati, Sudewo, segera mundur dari jabatannya.
Aksi ini bukan yang pertama. Beberapa waktu lalu, massa sudah turun ke jalan menolak kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.
Tekanan publik memaksa Sudewo membatalkan kebijakan itu dan mengembalikan tarif seperti tahun 2024. Namun, pembatalan tersebut tak meredam kemarahan warga.
Pemicu lainnya adalah pernyataan Sudewo yang dianggap menantang rakyat untuk menggelar demo, bahkan jika jumlahnya mencapai 50 ribu orang.
Baca Juga: Dari PBB 250 Persen hingga PHK Massal, Ini Deretan Kebijakan Bupati Pati Sudewo yang Dikecam Warga
Pernyataan itu justru memicu semangat warga untuk turun ke jalan dalam jumlah yang lebih besar. “Kami tidak akan pulang sebelum Sudewo mundur,” tegas salah satu orator aksi.
Ketegangan ini kini menyedot perhatian hingga ke tingkat nasional. Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB, Mohamad Toha, mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Pusat segera turun tangan.
Menurutnya, aspirasi masyarakat adalah hak konstitusional yang harus dihormati, tetapi penyampaiannya tetap harus damai dan tertib.
“Saya memahami keresahan warga Pati, tapi jangan sampai aksi ini menimbulkan kerugian. Aspirasi akan lebih kuat jika disampaikan dengan kepala dingin,” ujar Toha. Ia menambahkan, jalur dialog harus segera dibuka agar ketegangan tidak berlarut-larut.
Mantan Wakil Bupati Sukoharjo dua periode itu juga menekankan pentingnya peran pemerintah di tingkat provinsi dan pusat untuk memediasi konflik ini. “Kuncinya komunikasi sehat antara pemda dan warganya. Kalau dibiarkan, masalah ini bisa merembet menjadi perpecahan,” tandasnya.
Baca Juga: Meski Batalkan Kenaikan PBB, Bupati Pati Tetap Dikepung Ancaman Demo Berhari-Hari sampai Lengser
Ratusan aparat keamanan dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi. Hingga siang hari, massa tetap bertahan, membentangkan spanduk dan meneriakkan yel-yel tuntutan. Mereka mengaku siap menggelar aksi berhari-hari sampai tuntutan terpenuhi.
Situasi Pati kini menjadi ujian besar bagi kepemimpinan Sudewo. Jika tidak segera ada penyelesaian, gelombang protes dikhawatirkan akan terus membesar dan mengganggu stabilitas daerah.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira