Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Prabowo Perintahkan Kapolri dan Jaksa Agung Usut Tuntas Oplosan Beras Premium

Ilmidza Amalia Nadzira • Selasa, 22 Juli 2025 | 18:29 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyatakan perang terhadap praktik curang pengoplosan beras.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan perang terhadap praktik curang pengoplosan beras.
JP Radar Kediri - Presiden Prabowo Subianto menyatakan perang terhadap praktik curang pengoplosan beras.

Dalam acara peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, Senin 22 Juli, Prabowo tiga kali menegaskan perintah kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk segera menindak tegas pelaku pengoplos beras biasa yang dijual dengan label premium.

“Saya minta Kapolri dan Jaksa Agung usut ini sebagai pidana. Ini penipuan yang merugikan rakyat dan negara sampai Rp100 triliun setiap tahun,” tegas Prabowo dalam sambutannya.

Ia mengaku mendapat laporan bahwa ada pengusaha yang membeli gabah dari petani seharga Rp6.500 per kilogram, harga minimum yang ditetapkan pemerintah, namun kemudian dijual kembali dengan label beras premium di atas HET Harga Eceran Tertinggi.

Baca Juga: Telisik Peredaran Beras Oplosan di Kediri, Pemkot dan Pemkab Siap Turun Tangan!

“Pengkhianatan terhadap rakyat”

Presiden menyebut praktik tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap rakyat. Bahkan ia menyindir keras bahwa empat hingga lima pengusaha justru menikmati keuntungan besar dari penipuan yang membuat Indonesia tetap miskin.

“Ini bukan sekadar curang, ini pengkhianatan terhadap bangsa. Mereka sengaja ingin Indonesia terus lemah. Saya tidak terima!” ujar Prabowo lantang di hadapan kepala desa, bupati, dan gubernur yang hadir.

Ancam Sita Penggilingan Padi Nakal

Tak hanya berhenti di situ, Prabowo juga menyampaikan ancaman tegas jika para pengusaha nakal itu tidak mengembalikan kerugian negara, pemerintah akan menyita seluruh aset dan penggilingan padi milik mereka.

Baca Juga: Koperasi Merah Putih, Sesuaikan Potensi Desa dan Target Beroperasi di Bulan Ini

“Kalau tidak mau kembalikan Rp100 triliun, kita sita itu penggilingan-penggilingan padi yang brengsek!” katanya dengan nada tinggi.

Mengakhiri pidatonya, Prabowo kembali mengingatkan pentingnya membela rakyat. Ia menaruh harapan pada Kapolri dan Jaksa Agung untuk segera menuntaskan kasus ini demi keadilan dan kedaulatan bangsa.

“Kita tidak tahu kapan dipanggil Yang Maha Kuasa. Sebelum itu, kita harus bela kebenaran dan rakyat,” pungkasnya.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#kasus beras oplosan #beras oplosan #Beras Oplosan Rugikan Rakyat Rp99 Triliun per Tahun