Pasalnya, hingga kini, nasib mereka belum menemui kejelasan.
Kategori R4 adalah tenaga non-ASN yang tidak tercatat secara resmi dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebelum proses seleksi PPPK dimulai.
Berbeda dengan kategori R2 dan R3 yang datanya sudah terverifikasi dan mendapat prioritas pengangkatan, honorer R4 masih dianggap sebagai tenaga yang "di luar sistem".
Akibatnya, meskipun sudah mengikuti proses seleksi, tidak semua honorer R4 dinyatakan lulus.
Baca Juga: Bagaimana Nasib Honorer R4 Tanpa Kode L pada Pengumuman PPPK Tahap 2? Begini Penjelasannya
Bahkan, bagi yang lolos sekalipun, belum ada jaminan akan segera menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan atau pencairan gaji.
Berbeda halnya dengan honorer berkode R4/L mereka dipastikan lulus dan berhak mengikuti proses pengangkatan serta menerima gaji sesuai ketentuan PPPK.
Lebih ironis lagi, honorer R4 juga belum otomatis masuk ke dalam skema PPPK paruh waktu yang saat ini tengah digulirkan oleh pemerintah bagi R2 dan R3.
Skema ini diperuntukkan bagi honorer yang belum mendapatkan formasi penuh, namun sudah terdata resmi dalam sistem BKN. Dengan kata lain, R4 masih terpinggirkan.
Namun, kabar terbaru menyebutkan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Kementerian PANRB bersama BKN saat ini tengah merancang skema khusus bagi honorer R4 berupa jalur pengangkatan PPPK tanpa tes.
Jalur ini rencananya akan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian tenaga honorer yang telah bekerja selama bertahun-tahun, meski belum masuk dalam pendataan resmi.
Baca Juga: CPNS 2025 Belum Jelas! Tenang, Kejaksaan RI buka Rekrutmen PPPK 2025, Simak Syarat Pendaftarannya
Meski belum diumumkan secara rinci, rencana kebijakan ini memberikan harapan baru bagi ribuan honorer R4 yang selama ini merasa terabaikan.
Jalur tanpa tes ini dikabarkan akan menyertakan sejumlah syarat administratif agar mereka bisa masuk ke dalam database BKN terlebih dahulu sebelum diangkat secara resmi menjadi PPPK.
Sejumlah sumber menyebut, kebijakan tersebut sedang difinalisasi dan akan segera disampaikan secara resmi oleh instansi terkait.
Namun waktu penerapannya masih menunggu kesiapan regulasi dan anggaran dari pemerintah pusat.
Hingga saat ini, status honorer R4 masih bergantung sepenuhnya pada kebijakan yang akan ditetapkan.
Karena itu, para honorer diimbau untuk terus mengikuti perkembangan informasi melalui situs resmi SSCASN (https://sscasn.bkn.go.id/), laman BKN, serta Kementerian PANRB agar tidak melewatkan peluang apapun.
Desakan pun datang dari berbagai daerah agar pemerintah mempercepat implementasi skema khusus ini.
Banyak pihak menilai, masa kerja dan dedikasi honorer R4 selama bertahun-tahun seharusnya cukup menjadi pertimbangan untuk mendapatkan status yang lebih pasti sebagai ASN.
Sampai ada keputusan resmi, honorer R4 diingatkan untuk tetap aktif memantau informasi dan mempersiapkan dokumen administratif bila sewaktu-waktu diminta melengkapi berkas untuk proses validasi kepegawaian.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira