Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Wilmar Group Perusahaan Apa? Tersangka Korupsi CPO yang Kembalikan Dana Rp11,8 Triliun ke Negara

Shinta Nurma Ababil • Rabu, 18 Juni 2025 | 17:59 WIB
Tampilan uang Rp11 triliun sitaan dari Wilmar Group
Tampilan uang Rp11 triliun sitaan dari Wilmar Group

JP Radar Kediri - Kejaksaan Agung (Kejagung) Kemarin Selasa (17/6) memperlihatkan penampakan uang sebesar Rp11 triliun sitaan dari Wilmar Group. Penyitaan ini tak lain dari perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan produk turunannya tahun 2022.

Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Sutikno, mengatakan bahwa uang triliunan tersebut disita dari lima terdakwa korporasi yang tergabung dalam PT Wilmar Group.

Kelima perusahaan itu adalah PT Multimas Nabati Asahan, PT Multi Nabati Sulawesi, PT Sinar Alam Permai, PT Wilmar Bioenergi Indonesia, dan PT Wilmar Nabati Indonesia.

Wilmar disebut sebagai salah satu pihak yang mendapat keuntungan besar selama larangan ekspor minyak goreng tahun 2022.

 Baca Juga: Bikin Melongo! Tampilan Uang Rp11 Triliun dari Wilmar Group, Kasus Apa?

Wilmar Group Perusahaan Apa?

Diketahui, Wilmar Group merupakan perusahaan agribisnis multinasional dan minyak sawit yang didirikan pada 1991.

Meski berbasis di Singapura, perusahaan raksasa ini memiliki jejak operasi sangat kuat di Indonesia.

Wilmar bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, pengolahan dan pemurnian minyak nabati, produksi margarin, minyak goreng, dan biodiesel, serta distribusi dan perdagangan produk pertanian.

Tak ayal, Wilmar juga memiliki ratusan ribu hektare kebun sawit, puluhan pabrik pengolahan. Adapun entitas bisnis yang beroperasi di bawah nama Wilmar seperti Wilmar Nabati Indonesia, Wilmar Bioenergi Indonesia, dan lainnya.

 Baca Juga: Bukan Rp600 Ribu, Bansos BPNT Juni 2025 Cair Rp 1 Juta? Simak Nominal Terbarunya!

Pada 2005, mereka mengakuisisi PT Cahaya Kalbar Tbk, produsen lemak dan minyak khusus untuk industri makanan. Lalu, pada 2006, Wilmar Trading Pte Ltd berganti nama menjadi Wilmar International Limited dan melantai kembali di Bursa Singapura.

Wilmar juga merupakan produsen minyak goreng populer seperti Sania, Fortune, dan Mahkota. Perusahaan ini didirikan dan dipimpin oleh dua tokoh penting yakni Kuok Khoon Hong dan Martua Sitorus.

Kuok Khoon Hong merupakan Seorang miliarder asal Singapura kelahiran Malaysia yang masuk dalam daftar orang terkaya Asia versi Forbes. Saat ini, ia masih aktif sebagai CEO Wilmar International.

Kuok Khoon Hong merupakan keponakan dari taipan legendaris Malaysia, Robert Kuok, pendiri kerajaan bisnis Kuok Group.

Sedangkan, Martua Sitorus merupakan pengusaha asal Sumatera Utara, Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai Executive Deputy Chairman Wilmar hingga 2017.

Ia sempat menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Bahkan mertuanya juga dikenal sebagai pemilik perkebunan, tambang batu bara, dan properti mewah.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#11 triliun dipamerkan kejagung hasil korupsi CPO #wilmar group #Korupsi CPO #11 Triliun #perusahaan