JP Radar Kediri - Dunia hiburan Tanah Air berduka atas meninggalnya musisi Gusti Irwan Wibowo atau yang akrab disapa Gustiwiw.
Pria yang dikenal dengan akun media sosial @gustiwiwnitu meninggal dunia hari ini, Minggu, 15 Juni 2025.
Berdasarkan informasi, Gustiwiw meninggal dunia usai terjatuh di kamar mandi.
Kabar itu dibenarkan manajer Gustiwiw, bernama Pinkan.
Gustiwiw mengembuskan napas terakhirnya di Bandung, Jawa Barat. Gustiwiw kabarnya berada di Lembang. Gustiwiw mengembuskan napas terakhirnya di usia 25 tahun.
Ia meninggal dunia pada Minggu, 15 Juni 2025, saat film "GJLS: IBUKU IBU-IBU" yang menampilkan karya terbarunya sebagai pengisi original soundtrack (OST) masih tayang di bioskop.
Kabar duka ini pertama kali disampaikan oleh komedian sekaligus sahabat dekat Gustiwiw, Ananta Rispo, melalui unggahan di media sosial X (dulu Twitter).
Profil Gusti Irwan Wibowo
Lahir di Bekasi pada 28 November 1999, Musikal Gustiwiw merupakan putra dari musisi senior Timur Priyono.
Ia berhasil membangun identitas musikalnya sendiri yang unik, nyeleneh, dan menyentuh hati. Sehingga menjadi ciri khas yang diingat publik.
Gusti juga dikenal sebagai musisi multitalenta yang tidak hanya menciptakan lagu dan mengisi vokal, tapi juga aktif sebagai penata musik, komedian, dan penyiar radio.
Dalam setahun terakhir, namanya melonjak sebagai produser musik yang menggarap lagu-lagu untuk sejumlah musisi ternama seperti Nadin Amizah, Sal Priadi, Ardhito Pramono, hingga Jebung.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini di Angka Rp1,96, Naik atau Turun?
Hingga namanya semakin dikenal luas setelah merilis lagu "Diculik Cinta", "Lanjutkan Perjuangan Kita!", dan "Icik Icik Bum Bum".
Proyek solo anak dari musisi Timur Priyono ini menarik perhatian karena mengusung genre baru yang ia sebut endikup (enak di kuping).
Karya Terakhir
Kiprah Gustiwiw sebagai musisi juga merambah ke dunia layar lebar dengan keterlibatannya sebagai komposer lagu latar untuk film "GJLS: Ibuku Ibu Ibu".
Lagu terakhirnya berjudul "Diculik Cinta", menjadi OST film tersebut dan disebut-sebut memberikan warna segar pada film yang sedang ramai ditonton itu.
Editor : Shinta Nurma Ababil