Mereka adalah Emily Julia Frederica Nahon, Felicia Victoria de Zeeuw, Iris Joska de Rouw, dan Isa Guusje Warps.
Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Kemenkumham, Widodo, menyampaikan bahwa naturalisasi ini bukan sekadar pergantian kewarganegaraan, tapi menjadi langkah strategis demi kemajuan sepak bola nasional.
Baca Juga: Masa Depan Pemain Muda Terganjal Naturalisasi
“Ini adalah momen penting yang membawa harapan besar untuk kemajuan bangsa, khususnya di dunia olahraga,” ujar Widodo dalam keterangannya di Jakarta Selatan, Selasa (10/6).
Keempat pemain ini dinyatakan layak dinaturalisasi usai melalui proses pertimbangan matang, baik di level pemerintah eksekutif maupun Komisi X dan XIII DPR RI.
Salah satu alasannya adalah karena mereka memiliki garis keturunan Indonesia serta prestasi menjanjikan di dunia sepak bola Eropa.
Emily Nahon, bek tengah tangguh, punya darah Indonesia dari sang nenek yang berasal dari Bogor.
Saat ini, ia bermain untuk tim U-19 ADO Den Haag dan juga kerap tampil bersama tim senior di kasta tertinggi Liga Belanda.
Baca Juga: Istana Buka Suara Soal Jam Tangan Mewah Hadiah Prabowo ke Timnas, Begini Katanya
Sementara itu, Felicia de Zeeuw, gelandang serang yang juga berasal dari ADO Den Haag, memiliki garis keturunan Indonesia dari ibunya yang lahir di Jakarta.
Iris de Rouw, penjaga gawang muda berbakat yang kini memperkuat Sparta Rotterdam, diketahui memiliki nenek berdarah Lumajang, Jawa Timur.
Yang terakhir adalah Isa Guusje Warps, pemain muda yang saat ini bermain untuk NAC Breda. Isa membawa darah Padang dari sang nenek.
Menurut Widodo, kehadiran mereka bukan hanya menambah kekuatan skuad Garuda Pertiwi, tapi juga menjadi bentuk keadilan bagi talenta diaspora untuk membela tanah air.
“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak bangsa, di mana pun berada, agar bisa turut mengharumkan nama Indonesia,” tegasnya.
Dengan tambahan empat pemain naturalisasi ini, harapan akan bangkitnya sepak bola putri Tanah Air kian besar.
Dukungan dan pembinaan yang konsisten diharapkan mampu mencetak prestasi di level regional maupun internasional.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira