JP Radar Kediri — Tanggal 1 Juni setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila dan ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Untuk tahun ini, peringatan tersebut jatuh pada hari Minggu, namun statusnya sebagai hari libur tetap berlaku secara resmi.
Penetapan itu sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016, yang menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila adalah momen penting bagi bangsa Indonesia dan harus diperingati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Meski bertepatan dengan akhir pekan, libur nasional tetap diberlakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur ideologi negara.
Kebijakan ini juga tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025.
Dalam dokumen tersebut, 1 Juni tercatat sebagai salah satu tanggal merah nasional yang berlaku di seluruh Indonesia.
Hari Lahir Pancasila merujuk pada pidato bersejarah Ir. Soekarno di hadapan sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945, di mana beliau pertama kali mengemukakan konsep dasar negara Indonesia yang kemudian dikenal sebagai Pancasila.
Pidato ini menjadi titik awal terbentuknya fondasi ideologi bangsa.
Sejumlah instansi pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan rutin menyelenggarakan upacara bendera serta kegiatan reflektif, seperti seminar kebangsaan, kirab budaya, hingga lomba-lomba bertema nasionalisme.
Tidak sedikit pula warga yang memanfaatkan momen ini untuk berwisata singkat bersama keluarga, mengingat berdekatan dengan libur panjang sebelumnya.
Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat juga mengajak warga untuk menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai ajang mempererat persatuan.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Kembali di Angka Rp1,9 Juta Per Gram, Naik Rp 26.000!
“Di tengah dinamika sosial dan perbedaan yang ada, Pancasila adalah titik temu kita sebagai bangsa,” ujar tokoh pemuda Kecamatan Ngasem, Farhan Aulia.
Meski tidak mendapatkan “hari kejepit” tambahan, libur tanggal 1 Juni tetap memiliki makna mendalam.
Masyarakat diimbau tidak sekadar menganggapnya sebagai hari libur biasa, melainkan momen penting untuk menanamkan nilai kebangsaan dan memperkuat semangat persatuan Indonesia.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira