JP Radar Kediri - Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron bersama Ibu Negara Brigitte Macron tiba di Indonesia, pada Selasa (27/5) malam untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto.
Pesawat yang membawa keduanya beserta delegasi mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, sekitar pukul 22.00 WIB. Keduanya disambut dengan nuansa Tanah Air Indonesia.
Berbeda dengan peristiwa saat tiba di Bandara Internasional Vietnam jelang ke Indonesia, Senin (26/5) dimana Presiden Prancis Emmanuel Macron didorong atau ditoyor sang istri, Brigitte, kali ini saat tiba di Indonesia, Presiden Macron dan istri tampak bergandengan tangan.
Keduanya bergandengan tangan selama menuruni tangga pesawat. Sesekali, tangannya dilepas dari gandengan untuk memperbaiki rambutnya, namun setelahnya kembali menggandeng Presiden Macron.
Baca Juga: Viral Presiden Prancis Macron Ditoyor Istri, Bertengkar atau Bercanda? Ini Penjelasannya!
Kali ini Presiden Macron mengenakan setelan jas berwarna biru tua, sementara sang istri memakai setelan formal dengan blazer berwarna kuning.
Di bawah tangga pesawat, Presiden Macron langsung disambut Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menlu Sugiono, Wagub Jakarta Rano Karno, hingga pihak delegasinya.
Penyambutan itu dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dari Indonesia maupun Prancis. Tampak Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Duta Besar RI untuk Prancis Mohamad Oemar, Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone, serta Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Menhan Sjafrie lalu menemani Presiden Macron dan istri berjalan di karpet biru menuju mobil.
Baca Juga: Profil Istri Presiden Prancis Brigitte Macrcon, yang Viral Usai Mendorong Suaminya
Dilansir dari Jawapos, selain agenda bilateral di Istana Merdeka, kata Sjafrie, Presiden Macron juga akan mengunjungi Akademi Militer (Akmil) di Magelang, Jawa Tengah.
Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau fasilitas pendidikan bahasa Prancis yang dimiliki oleh para calon perwira TNI.
"Akan berkunjung melihat laboratorium bahasa Prancis, di mana para prajurit-prajurit TNI, perwira, dan juga ada bintara yang akan berangkat ke Prancis. Itu sudah mahir untuk berbahasa Prancis," jelas Sjafrie.
Kunjungan ini menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis yang telah terjalin erat selama lebih dari tujuh dekade.
Sekaligus menunjukkan komitmen kedua negara dalam menghadapi tantangan global bersama.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil