JP Radar Kediri – Masyarakat di Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dikejutkan dengan berita meninggalnya pasangan lansia yang sudah lebih dari beberapa minggu tidak pernah terlihat.
Berita kepergian yang mengejutkan itu membuat sebagian besar masyarakat masih tidak percaya atas kabar duka yang mereka dengar. Kedua lansia tersebut adalah Basuki Wibawa (78) dan sang istri Erna Retnawati (81).
Kabar meninggalnya kedua lansia tersebut baru diketahui setelah salah tetangga sebelah rumah lansia tersebut merasa aneh sebab sudah lama tidak melihat keduanya melakukan aktivitas di luar rumah seperti sebelum-sebelumnya.
Merasa janggal dengan hal tersebut, sang tetangga pun melaporkannya kepada Ketua RT, Panut (69). Menanggapi laporan warga, Panut pun menuju rumah pasangan tersebut untuk memastikan kondisi mereka.
Namun, saat Panut berada di depan rumah lansia tersebut, aroma tidak sedap masuk kedalam indra penciumannya. Ia bersama dengan warga yang lainnya pun mencoba untuk memeriksa keadaan kedua lansia tersebut.
Karena pintu rumah yang tidak dikunci, Panut bersama dengan warga pun masuk dengan aroma tidak sedap yang semakin tajam. Setelah masuk, ia dan warga dikejutkan dengan kondisi Erna yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa diatas tempat tidur.
Menyadari tidak ada Basuki, warga pun menelusuri rumah hingga kamar mandi. Saat membuka pintu kamar mandi, warga menemukan Basuki dalam keadaan membusuk di lantai kamar mandi.
Diduga, Basuki terpeleset saat dikamar mandi dan meninggal dunia. Erna yang menderita stroke dan tidak bisa mengurus dirinya sendiri akhirnya meninggal dunia, menyusul kepergian sang suami.
"Bu Erna ini sakit stroke, setiap hari yang melayani suaminya Pak Basuki. Kemungkinan karena Pak Basuki jatuh di kamar mandi, Bu Erna tidak ada yang merawat lalu meninggal dunia," ujar Panut pada Sabtu (24/5) kemarin.
Jasad kedua lansia tersebut ditemukan pada Sabtu (24/5) kemarin sekitar pukul 07.00 WIB pagi.
Pasangan lansia tersebut memiliki seorang anak laki-laki. Tetapi tidak tinggal bersama dengan mereka. Sang anak diketahui merantau ke luar kota, lebih tepatnya di Bandung.
Keduanya sempat diajak untuk tinggal bersama dengan sang anak di Bandung, namun keduanya menolak dengan alasan ingin menunggu rumah yang mereka huni terjual barulah mereka ikut ke Bandung.
Jenzah Basuki dan Erna sempat dibawa ke RSUD dr. Moewardi untuk dilakukan identifikasi. Setelanya, jenazah diserahkan kepihak keluarga sebelum akhirnya dilakukan prosesi pemakaman.
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrila
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira