JP Radar Kediri – Sebuah video viral di media sosial belakangan membuat heboh publik. Video itu memperlihatkan beberapa jemaah haji Indonesia berjalan kaki sambil menarik koper kecil di kawasan Makkah.
Tak hanya menampilkan aktivitas Jemaah, melainkan pula disertai narasi bahwa mereka tidak mendapatkan pendampingan dari petugas haji.
Dilansir dari Jawapos, Kepala Sektor 8 Daker Makkah, Eddy Khairani, menegaskan bahwa jemaah dalam video tersebut tetap dalam pengawasan.
“Mereka tidak jalan sendiri. Petugas sektor sudah ada di depan mengarahkan, hanya saja tidak terekam di bagian awal video,” ujar Eddy, Kamis (22/5).
Baca Juga: Viral Video Pernikahan Pengantin di Bawah Umur, Disebut Masih SMA dan SMP
Menurut Eddy, kasus ini bermula dari kedatangan jemaah Kloter 41 Embarkasi JKG (Jakarta Pondok Gede).
Dimana saat itu, jemaah tiba dengan bus dari terminal dan diarahkan menuju hotel mereka yang berjarak sangat dekat.
Dengan jarak puluhan meter itu, Eddy menilai dengan berjalan kaki justru lebih cepat sampai.
“Kalau menunggu bus memutar, justru lebih lama,” jelasnya.
Selama jalan kaki, Eddy menegaskan jemaah tetap dikawal petugas sektor yang sudah ditempatkan di berbagai titik. Suara petugas yang memberi arahan bahkan bisa terdengar dalam video tersebut jika diperhatikan seksama.
Sistem layanan haji tahun ini memang mengalami penyesuaian. Penempatan akomodasi tidak lagi sepenuhnya berdasarkan kloter, melainkan menggunakan pola berbasis syarikah, yakni perusahaan penyedia layanan haji yang ditunjuk Pemerintah Arab Saudi.
Baca Juga: Apa Itu Kemarau Basah? Fenomena Tidak Biasa yang Kini Terjadi di Indonesia
Perubahan ini membuat proses distribusi jemaah ke hotel menjadi lebih kompleks, namun tetap dikawal penuh oleh petugas sektor.
“Sektor 8 bertanggung jawab atas 18 hotel jemaah di Misfalah. Jadi kami harus fleksibel dan sigap dalam setiap situasi. Yang penting, jemaah tidak dibiarkan sendiri,” tegas Eddy.
Sebagai informasi, kini petugas sektor telah menyiapkan tiga armada untuk mengantar jemaah dari terminal ke hotel.
Namun, dalam kasus tertentu di mana hotel sangat dekat, jemaah diarahkan untuk berjalan kaki agar bisa lebih cepat beristirahat dan memulai ibadah umrah wajib.
Dua jemaah yang terekam dalam video pun membenarkan bahwa perjalanan mereka tetap dalam pengawasan.
“Alhamdulillah, tidak ada masalah. Kami jalan kaki karena hotelnya dekat, dan ada petugas yang membimbing dari depan,” ujar Ene Ajot Aliasa, salah seorang jemaah JKG 41. Pernyataan itu juga diamini oleh Obay Saputra, rekan sekloternya.
Eddy pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing dengan narasi yang belum terverifikasi.
“Kami terbuka jika ada pertanyaan atau keluhan. Jangan sampai kesalahpahaman justru menurunkan kepercayaan terhadap pelayanan yang sedang kita upayakan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil