JP Radar Kediri - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di Balikpapan, Kalimantan Timur, memunculkan dampak yang sangat terasa bagi warga, termasuk perantau yang bekerja di kota tersebut.
Salah satunya adalah Violita, seorang dokter gigi asal Banyuwangi, yang harus berjalan kaki dari tempat kosnya menuju tempat kerja akibat kesulitan mendapatkan bahan bakar.
Violita yang tinggal di kawasan Balikpapan Tengah mengaku telah berusaha mencari BBM di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), namun selalu menemukan antrean panjang yang menghalanginya.
"Saya sudah coba berbagai SPBU, tapi antreannya panjang banget. Paling parah, kemarin saya ke beberapa SPBU, bahkan nggak kebagian. Saya akhirnya memutuskan jalan kaki saja menuju tempat kerja," cerita Violita saat dikonfirmasi Radar Kediri melalui telefon.
Baca Juga: Warga Balikpapan Keluhkan Kelangkaan BBM! Warganet : Kota Minyak Kok Minyaknya Gak Ada?
Ia bercerita bahwa jarak dari kosnya ke tempat praktik tidak terlalu jauh, sekitar 3 kilometer, namun perjalanan tersebut menjadi lebih melelahkan karena harus melalui jalanan yang menanjak.
"Saya sudah capek sekali, apalagi harus jalan kaki di tengah cuaca panas dan hujan. Tapi apa boleh buat, saya harus bekerja dan nggak bisa terlambat," tambah Violita.
Kondisi kelangkaan BBM ini memang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir, membuat warga setempat, terutama yang menggantungkan kendaraan pribadi untuk bekerja, kesulitan.
Bahkan kabar yang beredar, harga BBM eceran di Balikpapan mencapai Rp40.000 per liter, jauh lebih tinggi dari harga normal yang sekitar Rp10.000 hingga Rp12.000 per liter harga eceran.
"Saya sudah lihat kabar harga eceran tembus Rp 40 ribu per liter," tuturnya.
Baca Juga: 9 Tips Pilih Ban Mobil untuk Perjalanan Jauh: Nyaman, Aman, dan Irit BBM!
Kelangkaan BBM ini semakin diperparah dengan tingginya permintaan, terutama pada jenis Pertamax, yang kerap dipilih oleh pengendara sepeda motor dan mobil di Balikpapan.
Menanggapi masalah ini, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pertamina untuk segera mengatasi kelangkaan ini.
"Kami tengah mengupayakan agar pasokan BBM kembali normal, dan kami meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan bahan bakar," jelas Bambang.
Namun, bagi Violita dan banyak warga lainnya, kelangkaan BBM sudah menjadi tantangan tersendiri dalam menjalani rutinitas harian mereka.
Baca Juga: Jangan Asal Pilih BBM! Kenali Perbedaan Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo Sebelum Isi Tangki
"Saya hanya berharap situasi ini segera membaik, agar kami yang bekerja juga bisa lebih mudah menjalani aktivitas tanpa harus khawatir kehabisan bahan bakar atau kesulitan mencari BBM," ujar Violita dengan penuh harap.
Kondisi ini menjadi pengingat bagi banyak orang tentang pentingnya pengelolaan dan distribusi energi yang lebih merata, terutama di daerah-daerah yang kerap mengalami lonjakan permintaan seperti Balikpapan.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira