JP Radar Kediri - Warga Kota Balikpapan, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat industri minyak di Indonesia, tengah dibuat resah oleh kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax.
Kondisi ini terjadi sejak beberapa hari terakhir dan menyebabkan antrean kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), seperti di kawasan Sepinggan, Batakan, hingga Grand City.
Banyak pengendara yang harus rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan BBM, bahkan ada yang akhirnya beralih membeli di pengecer pinggir jalan dengan harga jauh di atas rata-rata.
Kondisi ini memunculkan berbagai keluhan dari masyarakat. Tak sedikit yang mempertanyakan ironi di balik julukan Balikpapan sebagai “Kota Minyak”, namun justru mengalami kelangkaan bahan bakar.
Baca Juga: 9 Tips Pilih Ban Mobil untuk Perjalanan Jauh: Nyaman, Aman, dan Irit BBM!
"Balikpapan ini disebut Kota Minyak, tapi giliran mau beli Pertamax malah harus antre panjang, kadang bahkan nggak dapat. Minyaknya ke mana?" ujar Toni, seorang pengendara roda dua yang ikut mengantre di salah satu SPBU kawasan MT Haryono.
Menanggapi kondisi ini, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, menjelaskan bahwa kelangkaan Pertamax yang terjadi bukan karena keterbatasan pasokan dari pusat, melainkan lebih disebabkan oleh keterlambatan distribusi dari depot ke SPBU.
Ia mengungkapkan bahwa untuk sementara waktu, distribusi Pertamax ke Balikpapan akan dibantu melalui pasokan dari Kota Samarinda dan Banjarmasin.
“Kami sudah berkoordinasi langsung dengan Pertamina Patra Niaga agar distribusi BBM, khususnya Pertamax, dapat segera kembali normal. Ini hanya kendala teknis dan bersifat sementara. Kami juga telah mendapat konfirmasi bahwa kapal tanker pengangkut BBM sudah tiba dan segera akan dilakukan distribusi secara merata ke SPBU yang terdampak,” jelas Bambang, Selasa (20/5/2025).
Baca Juga: Update Harga BBM Terbaru! Pertamina, Shell, Vivo, BP-AKR
Sementara itu, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, juga ikut angkat bicara dan mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam menyikapi situasi ini. Ia meminta warga untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena bisa memperburuk kondisi distribusi di lapangan.
“Silakan beli BBM secukupnya, jangan panik. Jangan melakukan penimbunan atau borong karena itu justru memperparah distribusi. Kami sudah instruksikan agar pasokan didatangkan dari Samarinda, dan sejumlah SPBU kini mulai mendapatkan prioritas penyaluran,” tegasnya. Ia menyebutkan bahwa enam SPBU telah mendapat prioritas, antara lain SPBU MT Haryono, SPBU Batakan, SPBU Grand City, SPBU Stalkuda, SPBU Coco Sepinggan, dan SPBU KM 4.
Guna mengantisipasi kemacetan di sejumlah titik yang terdampak antrean panjang, Rahmad juga telah menginstruksikan kepada Dinas Perhubungan Kota Balikpapan untuk melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar SPBU. Hal ini dilakukan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu lebih jauh akibat situasi tersebut.
Baca Juga: Jangan Asal Pilih BBM! Kenali Perbedaan Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo Sebelum Isi Tangki
Di sisi lain, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa lonjakan konsumsi masyarakat terhadap BBM jenis Pertamax dalam beberapa waktu terakhir cukup signifikan.
Ia menyebutkan bahwa hal ini menjadi cermin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan BBM berkualitas, namun juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses distribusi.
“Kami menyadari adanya lonjakan permintaan dan mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami terus bekerja keras untuk menormalkan kembali pasokan, dan memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Kami juga menanggapi keluhan warga dengan serius, termasuk isu kualitas BBM di beberapa titik,” ujar Edi.
Terkait keluhan masyarakat soal dugaan Pertamax oplosan yang membuat kendaraan mogok, pihak DPRD Kota Balikpapan juga merespons dengan meminta masyarakat untuk menyampaikan laporan resmi, bahkan jika perlu menempuh jalur hukum.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, menyarankan agar masyarakat tidak diam jika mengalami kerugian akibat BBM yang dianggap tidak sesuai standar.
Baca Juga: Deretan Motor Irit BBM yang Cocok untuk Dipakai Sehari-hari
“Kalau ada bukti kuat, silakan tempuh jalur hukum. Bisa melalui class action agar ada efek jera. Ini bukan hanya tentang kelangkaan, tapi juga soal kualitas dan kepercayaan publik terhadap penyedia energi,” katanya.
Dengan upaya sinergi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Pertamina, hingga DPRD, diharapkan kelangkaan Pertamax di Balikpapan dan sekitarnya dapat segera teratasi.
Masyarakat pun diminta tetap tenang dan bijak dalam menyikapi kondisi ini, sembari menunggu normalisasi distribusi dalam waktu dekat.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira