JP Radar Kediri – Kepulan asap hitam yang mengudara di langit Sumatera Utara sontak saja menghebohkna masyarakat sekitar dan warganet.
Dalam sebuah video yang diambil dari udara, asap hitam itu berasalah dari sebuah parbik karet yang terbakar di kawasan By Pass Lubuk Begalung, Padang, Sumatera Barat pada Minggu (18/5) kemarin sekitar pukul 12.00 WIB.
Kebakaran hebat itu pun dibenarkan oleh Kapolsek Lubuk Begalung, Kompol Roby Purba. “Telah terjadi kebakaran, tepatnya di pabrik karet Teluk Luas. Kami sedang berupaya untuk memadamkan api. Sedang kami upayakan bersama damkar untuk tidak meluas ke tempat lain,” ujarnya dihadapan awak media yang hadir di lokasi kejadian.
Sebanyak 7 unit mobil pemadam kebakaran telah di turunkan untuk melakukan pemadaman terhadap api yang menghanguskan pabrik tersebut.
Evakuasi teradap masyarakat yang tinggal dekat dengan pabrik tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi jika api semakin meluas menjangkau bangunan yang lainnya.
"Lokasi kita sterilkan agar damkar bisa fokus memadamkan api, agar tidak ada korban jiwa atau korban masyarakat. Ada beberapa rumah warga yang kita fokuskan untuk diantisipasi jika kebakaran meluas," Imbuh Roby.
Pemadaman api masih terus berlanjut hingga malam hari. Tumpukan karet tebal dan tinggi yang turut dilalap api menjadi kendala petugas damkar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kora Padang, Budi Payang mengatakan, setiap kali petugas berhasil memadamkan, api kembali muncul dan tidak kunjung padam dari tumpukan karet tersebut.
Selain itu, petugas yang berada di lokasi kejadian juga mengalami kesulitan untuk memadamkan api karena minimnya ketersediaan air sebab tidak adanya hydrant di sekitar tempat kejadian.
"Kendala kita, ini adalah karet dengan tumpukan yang sangat banyak sekali. Di lokasi ini juga tidak ada hydrant, sehingga mobil harus bolak balik," ujar Budi.
Budi juga menyebutkan, dari 7 unit mobil pemadaman yang telah dikerahkan sebelumnya, 13 unit mobil pemadam yang berasal dari wilayah kabupaten. Kota, dan instansi lainnya juga diturunkan ke lokasi untuk mengendalikan kebakaran.
Sampai saat ini, total kerugian yang dialami oleh PT Teluk Luas masih dalam proses penghitungan. Dalam laporan terbaru, masih belum ada korban jiwa dari kejadian tersebut.
Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira