JP Radar Kediri - Perusahaan mobil asal Korea Selatan, KG Mobility, resmi bekerja sama dengan PT Pindad, perusahaan milik negara Indonesia, untuk mengembangkan mobil nasional dan bus listrik di Tanah Air.
Pengumuman ini disampaikan pada Selasa (13/5), setelah kedua perusahaan menandatangani perjanjian kerja sama atau Head of Agreement (HoA) di kantor pusat PT Pindad di Bandung, pekan lalu. Acara tersebut dihadiri oleh Chairman KG Mobility, Kwak Jea-sun, dan CEO PT Pindad, Sigit Santosa.
Lewat kerja sama ini, KG Mobility akan membantu PT Pindad dari sisi teknologi, pengujian kendaraan, hingga pengembangan rekayasa. Tujuannya adalah untuk memperluas proyek mobil dan bus listrik buatan dalam negeri yang sedang dikerjakan PT Pindad, dengan target produksi mencapai 200.000 unit.
Sebelumnya, KG Mobility sudah mulai masuk ke pasar Indonesia. Tahun 2024 lalu, mereka mengirim 1.060 unit kit knock-down SUV Rexton ke Indonesia, dan tahun ini mereka berencana meningkatkan pengiriman menjadi 3.000 unit.
Menurut pihak KG Mobility, kolaborasi ini adalah bagian dari langkah mereka untuk memperluas pasar ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Tinggal Menunggu Sertifikasi Kemenhub, Mobil Maung Buatan PT Pindad Siap Dijual Ke Masyarakat
“Indonesia punya potensi besar sebagai pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara. Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk meningkatkan penjualan lewat strategi pemasaran yang tepat dan produk yang kompetitif,” ujar Kwak Jea-sun.
Dampak Positif untuk Indonesia
Kolaborasi antara KG Mobility dan PT Pindad bukan hanya tentang bisnis, tapi juga soal pembangunan jangka panjang di sektor teknologi dan otomotif nasional. Proyek ini diharapkan bisa:
- Meningkatkan daya saing industri otomotif lokal
- Mendorong pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia
- Membuka peluang kerja di bidang teknik dan manufaktur
- Mendorong terciptanya mobil dan bus listrik karya anak bangsa
Kerja sama ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perusahaan lokal dan global bisa membawa dampak besar, selama ada visi bersama untuk membangun masa depan yang lebih hijau dan mandiri. Dan diharapkan Indonesia bisa lebih cepat mengembangkan kendaraan ramah lingkungan sekaligus mendukung industri otomotif nasional. (jsea)
Penulis: Aurellsya Jessica Putri Editya
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira