Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Alasan Remaja yang Viral Berdebat dengan Gubernur Dedi Mulyadi Karena Ngotot Ingin Ada Wisuda Sekolah Padahal Sudah Lulus

Shinta Nurma Ababil • Senin, 28 April 2025 | 19:12 WIB
Photo
Photo

JP Radar Kediri – Baru-baru ini viral aksi protes seorang remaja perempuan berinisial AC asal Bekasi lantaran mengkritik kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkait larangan wisuda sekolah pada Sabtu (26/4/2025).

Sebelumnya, remaja itu viral lantaran rumahnya yang berada di bantaran sungai digusur dan dihancurkan oleh pemerintah daerah.

Akibat viralnya video itu, anak perempuan tersebut diundang dalam pertemuan tersebut.

"Anak SMP yang bercerita itu anaknya siapa?" tanya Dedi.

Seorang anak perempuan melambaikan tangan di tengah warga Bekasi yang datang.

"Saya bukan anak SMP, saya sudah lulus Pak," ungkapnya

"Lulus dari mana?" tanya Dedi

"Dari SMA, saya mau lanjut kuliah," jawa remaja perempuan tersebut.

 Baca Juga: Inilah Sosok Aura Cinta, Calon Mahasiswi UI yang Viral Usai Debat dengan Gubernur Dedi Mulyadi

Dilansir dari Jawapos Radar Bogor, Dedi lantas menuturkan bagian menarik dari video unggahan viral yang diduga menyindir kebijakan Gubernur Jawa Barat.

"Ada yang menarik, bukan urusan mau digusurnya ya. Yang menarik adalah ini sekolah engga boleh ada perpisahan. Engga boleh ada Study Tour bagaimana?" tanyanya.

AC pun menyampaikan keinginannya supaya wisuda tetap diadakan, dengan cara pengeluaran lebih sedikit.

"Pertama gini Pak, sekolah tanpa wisuda kan. Lebih tepatnya perpisahan bang. Kalau bisa wisuda itu pengeluarannya lebih sedikit. Tetap ada wisuda," jawab remaja perempuan tersebut.

Dedi lantas menimpalinya dengan pertanyaan lagi. Sang Gubernur juga menyangkut pautkannya dengan permasalahan rumah di bantaran sungai.

"Di negara mana yang TK ada wisuda, SMP ada wisuda, SMA ada wisuda di negara mana tuh? Hanya di Indonesia. Punya rumah engga yang wisuda Tk itu, engga punya, di bantaran sungai. SMP wisuda lagi, punya rumah engga. SMA wisuda lagi, punya rumah engga," ungkap Dedi.

 Baca Juga: Viral! Dedi Mulyadi Berdebat dengan Seorang Remaja Soal Larangan Wisuda, Begini Jawaban Dedi Mulyadi

Remaja perempuan tersebut menilai semua siswa harus merasakan perpisahan. Karena menurutnya, kenangan sekolah tercipta saat proses belajar bersama.

"Kenangan itu bukan pada saat perpisahan, kenangan indah itu saat proses belajar selama 3 tahun," sebut Dedi.

"Engga juga sih Pak. Saya ngerasa udah lulus, kalau engga ada perpisahan, kita tuh engga bisa kumpul bareng atau ngerasain interaktif terakhir bersama teman-teman," jelas sang anak.

Dedi Mulyadi lantas kembali menanyakan pembayaran.

"Bayar engga? yang bayar siapa?"

"Orang tua Pak," ungkapnya.

Dedi menjabarkan, hal-hal yang seharusnya dikritik.

"Saya kritik ya, harusnya speak up-nya begini. Kritik gubernur, karena orang tua dibebani untuk pembayaran sekolah, kritik gubernur karena banjir, ini saya senang," ujarnya.

Sebagai informasi, beredar viral video remaja perempuan diduga menyindir kebijakan Gubernur Jawa Barat.

Dalam video yang sama, remaja perempuan tersebut berpendapat soal penggusuran bangunan liar di bantaran sungai dan larangan wisuda.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#remaja perempuan #viral #wisuda sekolah #Gubernur Jabar Dedi Mulyadi