JP Radar Kediri – Kebijakan Gubernur terkait penghapusan wisuda bagi kalangan SMP dan SMA menuai kritik dari berbagai kalangan terutama bagi siswa SMP dan SMA itu sendiri.
Seorang siswi SMA menyampaikan pendapatnya langsung pada Dedi Mulyadi terkait penghapusan wisuda tersebut. Ia dengan tegas mengutarakan ketidaksetujuannya terkait kebijakan tersebut.
Siswi tersebut mengatakan wisuda perlu diadakan sebagai penghargaan atas kerja keras mereka para siswa stelah belajar selama tiga tahun lamanya.
"Wisuda bukan hanya sekadar acara seremonial, tapi juga merupakan simbol dari segala usaha dan kerja keras kami selama tiga tahun," ujar remaja wanita tersebut.
Selain itu menurut siswi tersebut wisuda merupakan momen bahagia yang dapat dijadikan kenang kenangan sebelum berpisah dengan teman-teman.
Menganggapi hal itu Dedi Mulyadi mengatakan bahwa kenang-kenangan tak hanya diperoleh saat wisuda atau perpisahan saja melainkan selama proses belajar tersebut.
“Kenangan indah itu saat proses belajar selama tiga tahun,” kata Dedi Mulyadi.
Namun siswi tersebut tetap dengan pendiriannya dan mengatakan bahwa dengan dihapusnya wisuda maka mereka tidak bisa mengrasakan interaksi atau kebersamaan terakhir dengan teman teman.
“Enggak juga sih Pak. Saya merasa sudah lulus, kalau enggak ada perpisahan kita itu nggak bisa kumpul bareng atau ngerasain interaksi terakhir bersama teman-teman,” ujarnya.
“Ya sudah, perpisahan sendiri saja. Enggak bawa sekolah. Kumpul-kumpul bersama teman-teman, bikik perpisahan sendiri saja, tapi jangan melibatkan sekolah,” jawab Dedi Mulyadi.
Kebijakan ini ditetapkan dengan tujuan untuk meringankan beban orang tua dalam membiayai anak anaknya selama menuntut ilmu.
“Duit perpisahan dari siapa?” tanya dedi pada siswi tersebut.
“Dari orang tua,” jawabnya.
“Membebani nggak?”
“Iya membebani.”
Dedi menjelaskan larangan wisuda ini dibuat demi melindungi masyarakat dari beban biaya tambahan yang memberatkan. Dedi kembali menegaskan bahwa acara wisuda hanya menambah beban untuk orang tua dalam pengeluaran.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira