JP Radar Kediri - Dunia internasional bersiap untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Paus Fransiskus, tokoh besar Gereja Katolik yang wafat pada Senin (21/4/2025) dalam usia 88 tahun.
Prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 26 April 2025, di Basilika Santo Petrus, Vatikan, dan akan menjadi salah satu peristiwa bersejarah yang dihadiri berbagai pemimpin dunia dari lintas negara dan benua.
Kehadiran para kepala negara dan tokoh penting dunia dalam upacara tersebut menjadi cerminan nyata atas besarnya pengaruh dan warisan moral yang ditinggalkan Paus Fransiskus selama lebih dari satu dekade masa kepemimpinannya.
Baca Juga: Kapan dan Di mana Paus Fransiskus akan Dimakamkan? Umat Katolik Seluruh Dunia Berduka
Di antara nama-nama besar yang dipastikan hadir adalah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Presiden Argentina Javier Milei, serta Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva.
Para pemimpin ini dijadwalkan akan tiba di Roma pada Jumat malam untuk menghadiri rangkaian acara penghormatan, termasuk sesi doa bersama dan jamuan kenegaraan di Vatikan.
Kehadiran mereka bukan hanya sebagai bentuk penghormatan pribadi, tetapi juga mewakili jutaan warga negara mereka yang merasakan dampak dari pesan-pesan perdamaian dan inklusivitas yang selama ini digaungkan oleh Paus Fransiskus.
Baca Juga: Paus Fransiskus Tutup Usia, Vatikan Berlakukan Masa Berkabung Selama Sembilan Hari
Sementara itu, dari Indonesia, Presiden Prabowo Subianto dikabarkan tidak dapat hadir secara langsung karena agenda kenegaraan di dalam negeri.
Namun, Istana telah memastikan bahwa pemerintah Indonesia akan mengirimkan utusan resmi tingkat tinggi untuk hadir dalam pemakaman tersebut.
Langkah ini dilakukan sebagai wujud penghormatan dan solidaritas atas jasa-jasa besar Paus Fransiskus, yang dikenal sangat peduli pada perdamaian global dan hubungan antarumat beragama.
Jenazah Paus Fransiskus akan disemayamkan terlebih dahulu di Basilika Santo Petrus mulai Rabu (23/4) hingga Jumat (25/4).
Baca Juga: Paus Fransiskus Meninggal, Siapa Paus Berikutnya? Proses Konklaf Rahasia Segera Digelar
Dalam rentang waktu itu, umat Katolik dari seluruh penjuru dunia diberi kesempatan untuk datang dan memberikan penghormatan terakhir.
Antrian panjang diprediksi akan terjadi, mengingat sosok Paus sangat dicintai, termasuk oleh umat non-Katolik yang mengagumi dedikasi beliau terhadap keadilan sosial, lingkungan, dan hak-hak kaum miskin.
Di Kediri dan sekitarnya, sejumlah gereja Katolik juga akan menggelar misa khusus serta doa bersama untuk mengenang kehidupan dan warisan Paus Fransiskus.
Umat diajak untuk merenungkan kembali pesan-pesan kebaikan yang selalu beliau sampaikan, serta meneruskan semangat kepedulian terhadap sesama di tengah kondisi dunia yang terus berubah.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira