JP Radar Kediri- Kasus mengejutkan datang dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Seorang perempuan yang tengah menemani keluarganya dirawat di ICU, diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh dua dokter residen anestesi dari Universitas Padjadjaran (Unpad).
Kejadian ini bermula saat korban ditawari prosedur medis berupa crossmatch darah oleh pelaku, dengan dalih ayahnya membutuhkan transfusi.
Tanpa curiga karena menganggap itu bagian dari proses medis, korban mengikuti arahan dan dibawa ke lantai tujuh, area baru di gedung rumah sakit. Ia kemudian diminta mengganti pakaian pasien.
Pelaku diduga memberikan midazolam, obat penenang, hingga korban tak sadarkan diri. Dalam kondisi tersebut, terjadi dugaan tindakan pelecehan seksual.
Beberapa jam kemudian, korban terbangun dalam keadaan linglung dan keluar ruangan sekitar pukul empat pagi.
CCTV menunjukkan rekaman korban dalam kondisi sempoyongan dan pelaku yang sempat mondar-mandir di sekitar lokasi.
Korban yang merasa sakit di bagian sensitif tubuhnya langsung menjalani pemeriksaan ke dokter spesialis kandungan. Hasil visum menunjukkan adanya bekas sperma, memperkuat dugaan pemerkosaan.
Pihak kampus dan rumah sakit telah menerima laporan sejak Maret 2025. Mereka menyatakan tidak menoleransi segala bentuk kekerasan seksual di lingkungan pendidikan maupun pelayanan kesehatan.
Korban kini mendapat pendampingan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Barat.
Proses hukum sedang berjalan, dan Unpad telah mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan pelaku dari program pendidikan spesialis.
Unpad dan RSHS berjanji untuk terbuka dan adil dalam menangani kasus ini, serta memastikan keamanan dan kenyamanan semua pihak di lingkungan mereka.
Privasi korban juga dijaga ketat demi melindungi kondisi psikologisnya dan keluarga.
Penulis: Yulita Dyah Kusumasari
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira