Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jurnalis Banjarbaru Diperkosa Sebelum Dibunuh oleh Oknum TNI AL, Bukti Ada di Tangan Keluarga

Ilmidza Amalia Nadzira • Jumat, 4 April 2025 | 05:40 WIB
Seorang Jurnalis Tewas Dilaporkan karena Kecelakaan,  Ternyata Faktanya jadi Korban Pembunuhan Oknum TNI AL
Seorang Jurnalis Tewas Dilaporkan karena Kecelakaan, Ternyata Faktanya jadi Korban Pembunuhan Oknum TNI AL

JP Radar Kediri – Kabar tewasnya seorang jurnalis perempuan Banjarbaru beberapa waktu sebelumnya telah menggegerkan masyarakat.

Jurnalis berinisial J (23) tersebut ditemukan oleh masyarakat Gunung Kupang dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Warga sekitar sebelumnya menduga, bahwa korban tewas akibat kecelakaan tunggal yang dialaminya di jalur Gunung Kupang.

Dugaan tersebut muncul karena saat ditemukan, korban bersama dengan kendaraan roda duanya berada di semak-semak.

Namun, saat menolong korban, warga sama tidak menemukan adanya tanda-tanda kecelakaan pada tubuh korban melainkan luka lebam pada bagian leher. Luka tersebut pun turut di saksikan oleh keluarga saat jasad korban sampai di tangan keluarga.

Tewasnya Jurnalis Banjarbaru diduga karena dibunuh oleh oknum TNI AL. Hal tersebut turut dibenarkan oleh Komandan Polisi Militer Lanal Balikpapan (PM) Ronald L. Ganap.

“Benar, Pembunhnya dilakukan oleh Oknum TNI AL Pangkat I Berinisal J, “ ujarnya.

Sebelum dibunuh, diduga korban diperkosa oleh pelaku sebelum aksi penghilangan nyawa tersebut dilakukan.

Pihak keluarga korban menyebutkan telah mengantongi bukti elektronik yang dapat memperkuat dugaan aksi pelaku sebelum korban.

Pihak pengacara keluarga korban, Muhamad Pazri, mengatakan bahwa sebelumnya, korban telah menceritakan apa yang dialaminya kepada kakak ipar korban pada awal Januari lalu beserta dengan video berdurasi singkat dan juga foto-foto.

Pelaku memperkosa korban sebanyak dua kali sebelum akhirnya membunuh korban.

 Korban diketahui berkenalan dengan pelaku pertama kalinya melalui media sosial pada September 2024 lalu. Setelahnya, komunikasi berlanjut hingga saling bertukar nomor handphone anatara pelaku dan korban.

Lalu pada akhir Desember 2024 lalu, pelaku meminta korban untuk memesan sebuah kamar di salah satu Hotel di Banjarbaru. Tanpa menaruh curiga, korban pun mengiyakan dan memesan sebuah kamar.

Pazri mengatakan, pelaku tersebut membawa masuk korban ke dalam kamar yang telah dipesan. Pelaku lalu mendorong korban ke atas tempat tidur. Setelahnya, pelaku memiting leher korban dan memperkosa korban pertama kalinya di kamar tersebut.

Dengan keberanian yang tersisa, korban merekam pelaku yang tengah mengenakan baju dan celananya setelah melakukan aksi berjatnya terhadap korban.

Pemerkosaan kedua oleh pelaku terjadi di hari yang sama saat jasad korban ditemukan oleh warga pada Jumat, tanggal 22 Maret 2025, di Gunung Kupang.

"Berdasarkan alat bukti, kami sampaikan bahwa korban mengalami kekerasan seksual, ini adalah pemerkosaan," ujar Pazri.

Walaupun pihak keluarga telah memiliki bukti pemerkosaan yang dilakukan kepada korban sebelum membunuhnya, Pihak Denpomal Banjarmasin belum bersedia untuk memberikan keterangan kepada media mengenai hal tersebut.

Penulis : Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #Jurnalis Banjarbaru tewas #pembunuhan #tewas #pemerkoasaan #oknum tni al #banjarbaru #Gunung Kupang