Hayao Miyazaki Tegas Tolak Animasi Ghibli Gunakan AI
Ilmidza Amalia Nadzira• Senin, 31 Maret 2025 | 05:06 WIB
Hayao Miyazaki
JP Radar Kediri - Hayao Miyazaki, pendiri Studio Ghibli dan salah satu animator paling dihormati di dunia, memiliki pandangan yang sangat kritis terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI), terutama dalam konteks seni dan animasi.
Pandangannya kembali menjadi sorotan setelah tren gambar bergaya Studio Ghibli yang dihasilkan oleh AI viral di platform X. Miyazaki telah lama menyuarakan kekhawatirannya tentang dampak AI terhadap seni, dan pandangannya ini didokumentasikan dalam sebuah wawancara di tahun 2016.
Dalam wawancara tersebut, Miyazaki menyaksikan demo animasi yang dihasilkan oleh AI, yang menampilkan gerakan makhluk menyeramkan yang menyeret dirinya di lantai. Para pengembang menjelaskan bahwa ini adalah eksperimen untuk menciptakan animasi yang tidak dapat dibayangkan oleh manusia.
Miyazaki memberikan tanggapan yang sangat tegas. Ia menyebut karya tersebut sebagai penghinaan terhadap kehidupan itu sendiri dan menolak keras ide untuk mengintegrasikan teknologi semacam itu ke dalam karyanya. Ia merasa bahwa AI tidak memiliki pemahaman tentang rasa sakit, emosi, atau pengalaman manusia, yang menurutnya adalah inti dari seni sejati.
Miyazaki juga mengungkapkan bahwa seni bukan hanya tentang estetika atau teknik, tetapi tentang emosi dan hubungan manusia. Ia merasa bahwa penggunaan AI dalam seni dapat menghilangkan elemen-elemen tersebut, menjadikan seni sebagai sesuatu yang mekanis dan tanpa jiwa. Ia bahkan menyatakan bahwa tren ini mencerminkan hilangnya kepercayaan manusia terhadap dirinya sendiri.
Pandangan Miyazaki ini menjadi bahan diskusi yang luas di media sosial, terutama di tengah popularitas gambar bergaya Studio Ghibli yang dihasilkan oleh AI. Banyak penggemar seni dan animasi yang setuju dengan pandangannya, merasa bahwa AI hanya meniru gaya tanpa memahami dedikasi dan usaha yang diperlukan untuk menciptakan karya seni yang autentik.
Namun, ada juga yang berpendapat bahwa AI dapat menjadi alat yang berguna untuk mendukung kreativitas manusia, selama digunakan dengan bijak.
Miyazaki tetap teguh pada prinsipnya bahwa seni harus mencerminkan kehidupan dan pengalaman manusia. Pandangannya ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam era teknologi yang semakin maju.