JP Radar Kediri - Aksi pemalakan terhadap sejumlah supir truk masih marak terjadi dibeberapa wilayah di Indonesia. Sebuah video yang tersebar di media sosial sebab merekam aksi pungutan liar oleh para preman di Jambi sontak mendapat sorotan dari para warganet.
Dalam video tersebut, nampak seorang pengemudi truk yang melintas di wilayah Muaro Sabak, Jambi beserta dengan rekannya di hadang oleh dua pria menggunakan motor matic putih oleh dua preman Jambi.
Dalam video tersebut, terlihat sang pengemudi berbicara dengan nada tinggi. Pasalnya, ia ditarik uang sebesar Rp 200 ribu oleh seorang pria bertopi dalam video dengan alasan yang tidak jelas untuk apa uang tersebut digunakan.
“Iya! Kamu minta dua ratus itu buat apa?!” ujar sang pengemudi dengan nada tinggi.
Saat ditanya berulang kali, preman tersebut tidak memberikan jawabn yang jelas terkait untuk apa uang tersebut digunakan.
Salah satu preman bertopi yang terlibat adu cekcok dengan sang pengemudi truk tersebut beberapa kali menunjukkan kartu tanda pengenalnya sebab sang pengemudi tidak mau memberikan uang dengan nominal yang diminta.
Sang preman juga sempat melontarkan ancaman ‘Ancur ko’ kepada sang pengemudi.
Para preman tersebut pun berulang kali meminta agar sang pengemudi truk meminggirkan kendaraannya agar tidak terjadi macet.
“Enggak, enggak! Biar biar, biar macet!” ujar sang pengemudi dengan nada tinggi.
Akhirnya, setelah di lemparkan pertanyaan yang sama berulang kali, preman tersebut pun menyebutkan bahwa mereka berasal dari organisasi ketua pemuda, organisasi yang terstruktur.
Preman tersebut juga mengatakan, karena mobil yang dikendarai sang pengemudi memiliki plat nomor yang berbeda dengan di wilayahnya, maka dari itu mereka berdua berniat untuk mengawal agar para supir truk tidak di palak.
Sang preman menunjukkan nomor whatsapp-nya agar jika setelah dari situ sang pengemudi kembali di palak, maka diminta untuk menghubunginya. Dan mereka yang akan menertibkannya.
Karena maraknya para pengemudi truk yang di palak, akhirnya mereka turun tangan untuk menertibkan hal tersebut dan mengawal truk agar tidak dikenai pungutan liar hingga tiba di pos 10.
Uang yang diminta oleh preman dalam video yang beredar disebut-sebut sebagai portal koordinasi dengan besaran jumlahnya sebesar Rp 150 ribu.
Sang preman juga mengatakan bahwa setiap tempat memiliki aturan yang berbeda beda. Sehingga meminta sang pengemudi truk agar mematuhi aturan tersebut.
Sang penemudi tetap menolak dan akhirnya meminta rekannya menyaipakn uang Rp 20 ribu saja untuk diberikan kepada preman-preman tersebut
“Enggak, enggak. Kalo segitu besarnya gak ada aku. Terus terang aja ya. Dua puluh aja tri” pungkasnya di akhir video.
Penulis : Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira