JP Radar Kediri – Puluhan Napi di Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kutacane di Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, kabur saat jelang buka puasa Senin(10/3).
Kabar ini meluas setelah beredarnya video viral yang memperlihatkan situasi dan detik-detik puluhan napi binaan Lapas kelas II B Kutacane berusaha kabur melewati gerbang.
"Tahanan Lapas lari semua. Tahanan di Lapas lari semua," suara perekam dalam video viral itu.
Dalam video tersebut tampak suasana dan langit yang mulai gelap. Diduga ini merupakan waktu surup atau menjelang maghrib.
Baca Juga: Viral Puluhan Napi di Lapas Kutacane Aceh Tenggara Kabur Jelang Berbuka Puasa, Kok Bisa?
Para napi memanfaatkan waktu lengah sipir dengan kabur saat menjelang buka puasa.
Berdasarkan informasi yang beredar, total tahanan yang melarikan diri berjumlah 52 orang, tujuh di antaranya berhasil ditangkap kembali dan kini diamankan di Polres Aceh Tenggara.
Hingga kini, beberapa tahanan berhasil diamankan, dan tersisa 35 tahan yang masih kabur dan dalam masa pengejaran oleh petugas.
Diketahui, sebelum kabur, para tahanan sempat mengeluhkan kondisi Lapas over kapasitas dan tidak mendapat menu makanan yang layak.
Para tahanan itu kecewa dengan kondisi Lapas Kutacane II B yang sudah melebihi kapasitas.
Baca Juga: Kae Asakura atau Rae Lil Black, Bintang Film Porno Asal Jepang Kini Dikabarkan Masuk Islam
Melihat situasi lengahnya petugas menjelang waktu berbuka puasa, para napi kabur keluar dengan cara merangsek dari gerbang penjagaan utama. Kemudian, tahahan yang luput dari penjagaan petugas, melompat keluar pagar.
Saking banyaknya tahanan yang kabur, para sipir yang berjaga tak berdaya membendung gelombang tahanan Lapas tersebut.
Melihat hal tersebut, warga pun ikut panik. Para tahanan kabur ke berbagai arah untuk menghindari petugas.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah