JP Radar Kediri – Mbok Yem, penjual warung makan legendaris di puncak Gunung Lawu baru-baru ini ditandu turun gunung.
Hal ini sontak mengundang pertanyaan terkait apa yang terjadi dengan Mbok Yem.
Pasalnya dalam setahun, Mbok Yem hanya turun gunung sekali, tepat menjelang Lebaran.
Dilansir dari Radar Lawu, Mbok Yem biasanya mudik ke Desa Gonggang, Kecamatan Poncol pada malam ke-27 Ramadan.
Namun kali ini ia justru turun pada hari ke-4 Ramadan, Selasa (4/3) dengan cara ditandu.
Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah, dimana Mbok Yem harus turun dengan ditandu dari warungnya yang berada di ketinggian 3.170 mdpl di kawasan Hargo Dalem, Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemorosewu.
Berdasarkan informasi yang beredar, hal ini lantaran kondisi Kesehatan Mbok Yem menurun sejak satu bulan terakhir.
Mulai ditandu turun pada pukul 07.00 pagi, Mbok Yem akhirnya sampai di Basecamp Cemorosewu sekitar pukul 10.30 WIB.
Baca Juga: Mudik Gratis KAI 2025: Cara Dapat, Link, Syarat, dan Rutenya
Kabar ini tentu menjadi sorotan warganet utamanya para pendaki gunung yang pernah ke Gunung Lawu.
Banyak dari warganet yang merasa sedih dan ramai-ramai mendoakan kesehatan Mbok Yem.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah