JP Radar Kediri - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau dikenal dengan Bank BJB mengejutkan masyarakat. Hal ini terjadi karena Yuddy Renaldi yang merupakan direktur utama Bank BJB, mengundurkan diri dari jabatannya.
Pengunduran diri ini diumumkan oleh Bank BJB pada hari Selasa (4/3) kemarin.
Pengunduran diri ini terjadi di tengah penyelidikan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bank BJB. Hal ini menimbulkan kecurigaan dari sejumlah pihak terkait momentum pemilihan waktu pengunduran diri oleh Yuddy Renaldi.
Di saat bersamaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menyelidiki dugaan penggelembungan sekitar Rp200 miliar dalam dana penempatan iklan pada tahun 2021-2023.
Baca Juga: Sosok Slamet Masduki, Pimpinan Cabang Bank Jatim Kediri yang Merintis Karier dari Bawah
Lima orang didakwa dalam kasus ini oleh KPK, salah satunya adalah petinggi Bank BJB berinisial YR, yang diduga Yuddy Renaldi.
Meskipun demikian, Bank BJB menyatakan bahwa operasi dan layanan bisnis tetap berjalan seperti biasa. Untuk menjaga kinerja perusahaan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik, manajemen dan karyawan berkomitmen.
Menurut anggaran dasar perusahaan dan peraturan yang berlaku, pengunduran diri Yuddy Renaldi akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2024 (RUPST TB 2024).
Karena peran besar yang dimainkan Bank BJB dalam sektor keuangan regional, keputusan ini terus menarik perhatian publik.
Baca Juga: Link Pintar BI, Penukaran Uang Baru Lebaran 2025 Bank Indonesia
KPK belum memberi keterangan lebih lanjut terkait rencana penangkapan mantan dirut Bank BJB Yeddy Renaldi. Keterkaitan Yeddy paa kasus penggelembungan dana masih berupa dugaan dan dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.
Penulis: Laila Karima
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira